Lain-lain

Karawitan Budaya Cundoko Ikut Semarakkan Pisah sambut Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY

SEMARANG (7/11) – Kelompok seni karawitan Kanwil DJBC Jateng DIY, “Budaya Cundoko” ikut menyemarakkan acara pisah sambut Kakanwil DJBC Jateng DIY pada Kamis 7 November 2019 di Aula Kanwil. Nuansa Jawa menjadi terasa kental dengan alunan suara para sinden dan pemain gamelan beserta perangkatnya. Budaya Cundoko di bawah bimbingan Juli Tri Kisworini, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai memang sering tampil di acara-acara yang diselenggarakan di Kanwil. Tampilnya seni karawitan ini selain untuk nguri-uri budaya juga untuk menginspirasi kaum muda bahwa karawitan tidak kalah menarik dan indah dibanding music modern.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber diketahui bahwa karawitan Jawa tercipta dari harmonisasi dari kerumitan alunan-alunan suara berlaras Pelog dan Slendro dari seperangkat alat musik tradisional Jawa yakni Gamelan. Karawitan Budoyo Cundoko merupakan kelompok karawaitan yang anggotanya selalu berubah-ubah dari masa ke masa seiring dinamika pegawai yang datang dan pergi silih berganti. Pada acara ini pegawai yang menjadi sinden adalah shelfi, khansa, early, soraya, amar, seno, adit, wahyu, yusuf. Sedangkan pada gamelan dan perangkatnya adalah eggy, pandam, azis, erin, syahrul, Daniel, roco, naoko, herny dan hanna. Mereka berhasil menembangkan beberapa lagu dengan apik yaitu Mars Bea dan Cukai, makaryo, identitas Jawa Tengah dan Kemesraan yang diaransemen ulang dalam iringan musik khas karawitan.

Parjiya dalam sambutannya bahkan sedikit memberikan komentar “horror” terkait peralatan karawitan. “Gamelan, gong dan peralatan karawitan ini milik Kanwil DJBC Jateng DIY. Kami sudah sering menggunakannya di beberapa acara. Silakan peralatan tersebut diberdayakan. Karena kalau tidak diberdayakan “nanti akan ada” yang mengingatkan, ujarnya. Ucapan ini merujuk pada beberapa kejadian yang konon katanya alat-alat tersebut sering berbunyi sendiri padahal tidak ada yang memainkan.

Tampilnya seni karawitan merupakan wujud nyata dalam upaya menghormati dan melestarikan budaya Jawa. Diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk ikut berpartisipasi melestarikan budaya tradisional agar tidak punah.

Comment here