Pelayanan

Bea Cukai Jateng DIY Siap Melayani dan Mendukung Ekspor Produk Perikanan Jawa Tengah

SEMARANG (25/11) –  Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) secara serentak melaksanakan Ekspor Raya pada Jumat 22 November 2019, yang dipusatkan di Teluk Lamong, Gresik Jawa Timur, dan terhubung melalui komunikasi Video conference dengan 7 lokasi lainnya dimana salah satunya adalah BKIPM Semarang.

Pelepasan ekspor di Semarang dilaksanakan di depan kantor BKPIM dan dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta didampingi oleh Kakanwil DJBC Jawa Tengah dan DIY Padmoyo Tri Wikanto, Kepala BKIPM Semarang Raden Gatot Perdana dan stake holder lainnya.

Hingga masuk bulan Oktober 2019, volume ekspor perikanan Jateng mencapai 41,289 ton dengan nilai Rp2,4 triliun. 10 komoditas utama meliputi Daging rajungan, Surimi, Cumi-cumi, Udang Putih, Udang Vannamei, Daging Nila, Udang Windu, Layur, Sisik Ikan dan Teri. Untuk Daging Rajungan dari total komoditi menduduki peringkat pertama, dengan Volume dan nilai sampai Oktober 2019, 2.537 ton dan nilai 790 milyar. Pada kegiatan Ekspor Raya ini, BKIPM Semarang menerbitkan Health Certificate Ekspor untuk 50 Container hasil perikanan yang berasal dari 15 Unit Pengolahan Ikan. Total volume 1.032 Ton atau senilai 5.574,61 US$ atau sekitar Rp. 72,47 Milyar. Diekspor ke 11 Negara meliputi Amerika Serikat, Italia, China, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Vietnam, Malaysia, Filipina, Brunei dan Singapura.

Ganjar Pranowo mengatakan betapa bagusnya potensi kelautan dan perikanan Jawa Tengah. “Ternyata penampilan ekspor kita di bidang perikanan bagus. Tahun ini sampai bulan Oktober mencapai Rp 2,4 triliun. Saya curiga Jateng ini juara ekspor perikanan. Potensi kelautan dan perikanan kita sungguh dahsyat,” ujarnya. Ganjar juga mengatakan bahwa pengembangan sektor perikanan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian.

Sementara itu Kepala Kanwil DJBC Jateng DIY, Tri menyambut baik pelepasan ekspor raya ini. “Sekarang ini negara kita mengalami Defisit Neraca Perdagangan. Upaya peningkatan ekspor menjadi upaya kita bersama. Bea Cukai khususnya di wilayah Jawa Tengah dan DIY akan selalu mendukung dengan sepenuh hati. Tidak hanya dengan memberikan fasilitas fiskal namun juga kemudahan procedural. Ekspor itu mudah. Kalau ada pengusaha atau calon pengusaha yang kesulitan dengan ekspor atau ingin tahu tentang ekspor, datanglah ke kami. Kami siap melayani”, ujarnya.

Comment here