FasilitasPelayanan

Perusahaan Hi-Tech Asal Amerika Ini Ingin Status Kawasan Berikat Lagi Dalam Ekspansinya

Semarang (6/12/2019) – Meningkatnya order dan produksi membuat PT Promanufacture Indonesia – Semarang melakukan ekspansi. Perusahaan PMA asal Amerika yang bergerak di industry alat ukur dan alat uji elektronik ini membuka perusahaan baru di Salatiga yang berencana akan memulai produksi pada akhir 2019 ini. Sebagaimana perusahaan yang di Semarang, PT Promanufacture Indonesia – Salatiga juga ingin memanfaatkan fasilitas fiscal berupa Kawasan Berikat dengan berbagai manfaat yang telah dirasakannya. Pada Kamis 5 Desember 2019 perusahaan melakukan presentasi proses bisnisnya di Kanwil DJBC Jateng DIY, dan langsung resmi memperoleh ijin fasilitas Kawasan Berikat.

Perusahaan yang bergerak dibidang industri hardware for research and development ini, merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi produk dari brand ternama di Amerika yakni Formulatrix, brand yang terkenal dengan produk – produk penunjang penelitian laboratorium. PT Promanufacture Indonesia – Salatiga akan menempati lahan seluas 10,428 m2 dengan focus produksi berupa mantis, tempest, Flo i8, pulse, POD dan produk-produk spare part yang terkait dengan produk utama. Bahan baku produksi berasal dari local dan impor, sedangkan hasil produksinya 100% akan diekspor ke Amerika, Eropa dan Asia.

Ferry Hariady, Direktur PT Promanufacture Indonesia dalam presentasinya menyampaikan bahwa permohonan fasilitas Kawasan berikat yang kedua ini dalam rangka mengikuti jejak sukses manfaat fasilitas Kawasan berikat yang telah diperoleh sebelumnya di PT Promanufacture Indonesia Semarang. Fredy juga memaparkan beberapa manfaat Kawasan Berikat. “Dengan fasilitas ini akan diperoleh efisiensi waktu karena tidak ada pemeriksaan di pelabuhan. Adanya efisiensi biaya dan membantu cash flow perusahaan akan membantu perusahaan berkembang”, paparnya.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto memberikan apresiasi kepada perusahaan. “Saya apresiasi kepada perusahaan karena meskipun perusahaan dengan penanaman modal asing dari Amerika tetapi seluruh pegawainya 100% berasal dari lokal, dan saya senang di Jawa Tengah ini ada perusahaan yang bergerak dibidang Hi-Tech Research & Development”, ungkapnya. Sementara itu Juli Tri Kisworini, Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai menyampaikan bahwa fasilitas Kawasan Berikat yang diberikan ini merupakan yang ke-23 di tahun 2019. Bea Cukai akan terus memberikan asistensi dan dukungan penuh serta tidak dipungut biaya, agar investasi dan ekspor khususnya di Jawa Tengah dan DIY dapat meningkat sehingga dapat membantu perekonomian nasional.

Comment here