Fasilitas

Jelang Akhir Tahun, Bea Cukai Jateng DIY Terbitkan Izin Fasilitas Kawasan Berikat Ke-24

Semarang (17/12) –Bea Cukai Jateng DIY yang kali ini berkolaborasi dengan KPPBC Surakarta kembali memberikan fasilitas fiscal kepada perusahaan berorientasi ekspor di wilayahnya. Pada Senin 16 Desember 2019, perusahaan dengan nama unik yaitu PT. 888 resmi menjadi perusahaan ke-24 yang menerima izin fasilitas Kawasan Berikat. “Selain dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya sebagai industrial assistance, pemberian fasilitas fiscal secara mudah dan cepat ini juga merupakan wujud partisipasi Bea Cukai dalam mendukung program pemerintah dalam mendorong investasi untuk menumbuhkan ekspor”, demikian ungkap Padmoyo Tri Wikanto, Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng DIY setelah resmi menyerahkan surat keputusan pemberian fasilitas tersebut.

Sementara itu Juli Tri Kisworini, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai memberikan tanggapannya terkait banyaknya jumlah perijinan yang telah diberikan Bea Cukai Jateng DIY. “Fasilitas Kawasan Berikat memang menjadi salah satu primadona bagi perusahaan terutama yang menggunakan bahan baku impor dan hasil produksinya diekspor. Hal ini dikarenakan pada saat importasi bahan baku mendapatkan penangguhan Bea Masuk dan Pajak, dimana hal ini sangat membantu cash flow perusahaan. Disamping itu lokasi di Jateng memang sedang dilirik para investor karena lebih prospektif”, ujarnya. Juli menambahkan bahwa factor-faktor tersebut turut mempengaruhi banyaknya perijinan yang diterbitkan disamping karena factor pelayanan yang diberikan oleh Bea Cukai yang sangat cepat, memberikan asistensi semaksimal mungkin dan tanpa biaya apapun. Namun Juli juga menambahkan bahwa untuk mendapatkan fasilitas tersebut, perusahaan juga harus mendayagunakan IT Inventory yang merupakan subsistem dari sistem akuntansi perusahaan.

PT. 888 West Sehati merupakan perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang bergerak di bidang usaha pakaian jadi, berlokasi di Jalan Dukuh Singkil RT.03/RW.08, Desa Parangjoro Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Perusahaan memiliki nilai investasi mencapai Rp.1,8 milyar dengan omzet pada tahun 2019 mencapai Rp.9,7 milyar. Direktur PT. 888 West Sehati, Andy Hartanto mengungkapkan alasannya ingin mendapatkan fasilitas Kawasan Berikat. “Dengan fasilitas ini diperkirakan omzet akan naik 15% yaitu menjadi Rp.11,18 milyar di tahun 2020. Saat ini perusahaan mempunyai production line sebanyak 5 line dengan kapasitas produksi sebesar 600.000 pcs per tahun. Tahun depan ditargetkan akan menjadi 2 kali lipatnya, dimana hal ini juga akan berakibat pada bertambahnya karyawan sekitar 350 orang”, ungkapnya.

Pemberian fasilitas fiskal seperti ini diharapkan dapat membantu perusahaan terus tumbuh dan berkembang. Dengan demikian akan memberikan dampak ekonomi positif tidak hanya bagi perusahaan namun juga bagi masyarakat dan negara.

Comment here