Pengawasan

Kejaksanaan Negeri Jepara dan Bea Cukai Jateng DIY Musnahkan Barbuk 4.7 Juta Batang Rokok Ilegal Bersama-sama

SEMARANG (17/12) – Kejaksaan Negeri Jepara bersama-sama dengan Kanwil DJBC Jawa Tengah DIY melaksanakan pemusnahan barang bukti berupa 4.7 Juta batang rokok illegal di Tempat Penimbunan Pabean Bea Cukai Tanjung Emas, Jln. Arteri Yos Sudarso, Tanjung Emas, pada Selasa 17 Desember 2019. Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan Kanwil DJBC Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta yang kemudian dilakukan penyidikan dan perkaranya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jepara.

Pelaksanaan pemusnahan BMN hasil tindak pidana cukai (foto kontributor P2)

Teguh Sukemi, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jepara memberikan informasi bahwa Pengadilan Negeri Jepara pada tanggal 27 Agustus 2019 dan 20 November 2019 telah menerbitkan putusan agar terhadap barang bukti berupa rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) berbagai merek dalam kemasan karton, bal dan bungkus tersebut dirampas Negara untuk dimusnahkan. Jumlah barang yang dimusnahkan sebanyak 4,7 juta batang dengan potensi penerimaan negara sebesar Rp1,7 milyar. Setelah mendapatkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap (in kracht), barang bukti dapat diproses sebagaimana diputuskan oleh Pengadilan.

Jatmiko Wibowo (satu dari kanan) bersama Teguh Sukemi (dua kari kiri) (foto kontributor P2)

Sementara itu Jatmiko Wibowo, Kepala Seksi Penindakan IIKanwil DJBC Jateng DIY menceritakan tahapan pemusnahannya. “Sesuai hasil koordinasi dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang maka pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar, kemudian sisa pembakaran ditimbun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang Semarang”, ujarnya. Jatmiko kemudian mengungkapkan apresiasinya atas koordinasi yang baik dengan seluruh pihak terkait. “Perkenankan kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pihak baik internal maupun eksternal, yang telah membantu terlaksananya kegiatan pemusnahan ini. Semoga kegiatan pemusnahan ini bisa terlaksana dengan baik, aman dan lancer”, pungkasnya.

Jatmiko Wibowo, Kasi Penindakan BC Jawa tengah DIY (foto kontributor P2)

Proses pemusnahan dengan cara dibakar ini bertujuan untuk menghilangkan nilai ekonomis dari barang sehingga tidak dapat dimanfaatkan atau diperdagangkan kembali. Pemusnahan juga dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat agar tidak mengkonsumsi barang illegal yang belum tentu terjamin kualitas dan kelayakan konsumsinya.

Pewarta: kontributor p2-adisby
Editor: @BCjdiy

Comment here