PenerimaanPengawasan

Bea Cukai Gerebek Pabrik Pembuat Rokok Ilegal Di Demak, Segel 6 Mesin Pembuatnya

Semarang, 20-12-2019 – Jelang akhir tahun 2019, Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah dan DIY bekerja sama dengan Bea Cukai Semarang, dan Kepolisian menggerebek pabrik rokok WM di daerah Demak, Jawa Tengah dan berhasil mengamankan 6 buah mesin produksi rokok ilegal dan 675.060 batang rokok ilegal dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp482.667.900,00, dan perkiraan kerugian negara sebesar Rp318.672.198,00. Penindakan tersebut dilancarkan pada Jumat (29/11) berdasarkan hasil analisis intelijen dan setelah petugas mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa warga kerap mendengar suara mesin beroperasi dan tercium bau rokok pada malam hari.

Direktur P2 Kantor Pusat Bea Cukai, Wijayanta (kiri) (foto humas BC Jateng DIY)

Direktur Penindakan dan Penyidikan, Wijayanta yang mewakili Direktur Jenderal Bea Cukai menyatakan bahwa penindakan yang dilakukan oleh Bea Cukai tidak dilakukan sendiri namun merupakan hasil sinergi dengan instansi lain. “Keberhasilan ini bukan semata-mata hasil Bea Cukai namun buah sinergi dengan Pemprov/Pemda, Aparat Penegak Hukum seperti TNI, POLRI, Kejaksaan, dan masyarakat”, ujarnya. Wijayanta menambahkan bahwa Sepanjang tahun 2019, Secara nasional Bea Cukai telah melakukan 6.928 kasus penindakan rokok ilegal. Jumlah ini meningkat dari tahun 2018 yang hanya mencapai 6.088 kasus penindakan rokok ilegal. Nilai barang dari hasil penindakan selama tahun 2019 juga naik secara signifikan yaitu Rp258,24 miliar jika dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp238,61 miliar. 

Adapun khusus untuk Kanwil Jateng DIY, hingga November 2019, sinergi dan kolaborasi yang telah dilakukan berhasil menghasilkan 398 penindakan rokok illegal senilai Rp44.848.893.228,00 dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp39.894.667.763,00. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2018 (yoy), jumlah rokok yang berhasil diamankan tahun ini naik sebesar 40% dan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan naik sebesar 67%. Hasil ini juga tidak lepas dari peran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan adanya tambahan dana hibah pajak rokok untuk kegiatan penindakan yang dilakukan melalui Operasi Gempur Rokok Ilegal.

Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto (foto humas BC Jateng DIY)

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto membeberkan kronologi penindakan pabrik rokok illegal. “Berdasarkan hasil analisis intelijen antara lain dari penggunaan listriknya ternyata cukup tinggi namun pembayaran cukainya rendah dibandingkan pabrik yang lain. Petugas kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan melakukan pengintaian dan penggalian informasi lebih dalam selama kurang lebih tiga hari,” ungkap Tri. “Setelah tiga hari melakukan pengintaian, petugas mendapati sebuah mobil minibus Grandmax keluar dari halaman pabrik pada hari Jumat (29/11) sekitar pukul 05.45 WIB. Petugas gabungan melakukan pengejaran terhadap kendaraan tersebut. Aksi dramatis pun terjadi. Sopir Grandmax yang merasa terdesak akhirnya lompat dan berhasil kabur sebelum akhirnya mobilnya terhenti menabrak tiang listrik di daerah Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara”, sambungnya.

Minibus tersangka (foto Humas BC Jateng DIY)

Petugas memeriksa kendaraan tersebut dan mendapati tumpukan rokok ilegal di dalamnya. Menindaklanjuti temuan tersebut, petugas menarik kendaraan ke lokasi pabrik guna melakukan pengembangan dan pengumpulan bahan keterangan lebih lanjut. Dari pemeriksaan yang dilakukan atas muatan yang terdapat dalam minibus tersebut, petugas mendapati 443.560 batang rokok ilegal yang diperkirakan senilai Rp317.145.400 dengan total kerugian negara mencapai Rp209.389.151. Petugas juga memeriksa pabrik yang menjadi tempat produksi dan menemukan 231.500 batang rokok ilegal yang ditaksir nilainya mencapai Rp165.522.500 yang berpotensi merugikan negara senilai Rp109.283.047.

Tidak hanya berhasil menemukan ratusan ribu rokok ilegal dalam pabrik tersebut, petugas juga mengamankan 6 buah mesin produksi rokok ilegal yang terdiri dari 3 mesin pembuat rokok dan 3 mesin pengemas. “Meskipun tangkapan kali ini bukan jumlah yang terbesar, namun kami juga berhasil mengamankan mesin yang mungkin saja telah digunakan untuk memproduksi miliaran rokok ilegal,” pungkas Tri seraya menambahkan bahwa terhadap pabrik rokok ini akan dilakukan pendalaman lebih lanjut. Berbagai kegiatan penindakan yang telah dilakukan Bea Cukai merupakan upaya nyata untuk semakin menggerus peredaran rokok ilegal, menyelamatkan hak penerimaan negara, serta untuk menciptakan iklim usaha yang sehat bagi pengusaha yang taat terhadap ketentuan di bidang Cukai.

Pewarta: Tim Humas 
Editor: @BCjdiy

Comment here