PenerimaanPengawasan

Bea Cukai Bongkar Pabrik Rokok Ilegal Berkedok Pabrik Resmi, Komisi XI DPR RI dan Aparat Kompak Dukung.

Semarang, 20-12-2019 – Bea Cukai Jateng DIY Bersama Aparat Penegak Hukum TNI dan POLRI serta didukung Pemprov Jateng membongkar Pabrik Rokok Ilegal berkedok pabrik resmi di Demak. “Pabrik rokok WM ini sebenarnya merupakan pabrik rokok resmi yang telah memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) dan mulai didaftarkan tahun 2017, tetapi perusahaan ini memproduksi yang legal ada dan yang illegal lebih besar lagi”, ungkap Padmoyo Tri Wikanto, Kepala Kanwil DJBC Jateng DIY pada Konferensi Pers di Demak pada Jumat 20 Desember 2019.

Petugas berhasil mengamankan 6 buah mesin produksi rokok ilegal dan 675.060 batang rokok ilegal dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp482.667.900,00, dan perkiraan kerugian negara sebesar Rp318.672.198,00. “Ini bagian pemberantasan rokok illegal dari hulu ke hilir. Sumbernya kita tindak. Nanti akan kami hitung atau simulasikan jumlah batang yang kemungkinan diproduksi oleh pabrik ini. Berdasarkan data yang ada maka dari 3 mesin maker yang ada, untuk ukuranyang regular maka mesin SKM bisa memproduksi 2500 batang per menit, sedangkan yang lain bisa memproduksi 1800 batang per menit. Jadi suatu jumlah yang kalau dihitung dan dikalkulasi cukup signifikan menimbulkan kerugian negaranya”, sambungnya.

Padmoyo Tri Wikanto (kiri) bersama Mayjen TNI Mochamad Effendi

Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi menyatakan dukungannya kepada Bea Cukai untuk terus melakukan operasi Bersama dalam pemberantasan rokok ilegal. “Selama ini kami memang sudah bekerja sama dengan Bea Cukai. Kami siap mensupport tidak hanya kepada Bea Cukai, tapi kepada instansi manapun yang membutuhkan kemampuan kami baik personil maupun peralatan, kami siap bekerja sama, demi kepentingan Bersama, bangsa dan negara”, tegasnya.

Dukungan juga disampaikan oleh Dirkrimsus POLDA Jateng, Kombes Y. Wihastono yang hadir mewakili KAPOLDA Jateng. “Terkait dengan penindakan cukai ini, kami dari Ditkrimsus siap bekerja sama dengan Bea Cukai apabila diperlukan atau untuk menelusuri lebih lanjut sampai pada Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)nya. Kalau hanya diungkap motifnya tapi duit hasil dari kejahatannya tidak dilidik dan diambil untuk negara kemungkinan di tahun depan dia akan bermain lagi. Untuk memberikan efek jera maka bisa kita pakai TPPU”, jelasnya. Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah yang diwakili Purjio juga menyampaikan dukungan khususnya berkaitan dengan tupoksi instansinya. “kami siap mendukung sesuai tupoksi kami dalam hal penanganan permasalahan rokok illegal ini”, ujarnya.

Dari kiri ke kanan: Kadisperindag Jateng Arif Sambodo, Dirkrimsus Polda Jateng Kombes Y. Wihastono, DirTFC Bea Cukai Nirwala, Kakanwil BC Jateng DIY Padmoyo Tri Wikanto, Pangdam IV Diponegoro Mayjend TNI Mochamad Effendi, DirP2 BC Wijayanta, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchiselain, Anggota Komisi XI DPR RI Musthofa, Perwakilan Bapenda Pemprov Jateng Lillis, Kasi E bidang Intelijen Kejati Jateng Purjio (foto Humas BC Jateng DIY)

Sementara itu Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi selain mengapresiasi kinerja Bea Cukai juga memberikan dukungannya. ”Kita support karena ini adalah bagian dari upaya Bea Cukai untuk terus bekerja meningkatkan pendapatan negara dari sektor Cukai. Hari ini kita ditunjukkan langkah nyata mereka dalam bekerja. Terus maju, terus bekerja, InsyaAllah. Karena APBN kita kan bermanfaat untuk rakyat. APBN kita juga juga untuk infrastruktur, kesehatan, pendidikan, jaminan sosial. Nah salah satunya adalah bagaimana pendapatan Bea Cukai terus kontribusi untuk APBN kita. Selamat untuk Bea Cukai”, ujarnya.

Sedangkan anggota Komisi XI DPR RI Musthofa selain menyampaikan apresiasi dan dukungan juga menyampaikanpesan kepada Bea Cukai dan para pengusaha. “Bagaimanapun kami adalah wakil rakyat dari daerah sini. Saya apresiasi Bea Cukai. Tetapi satu hal bahwa apapun yang dilakukan warga kami tentu perlu pembinaan. Saya juga minta kesadaran saudara-saudaraku yang ada di Demak, Kudus dan Jepara ini, marilah kita sadar agar semua kewajiban untuk negara ini dipenuhi dengan baik. Kita dukung langkah upaya penegakan hukum ini tidak terkecuali. Ini untuk kemaslahatan umat dan kejahteraan rakyat’, pesannya.

Mesin HLP Rokok yang disita Bea Cukai (foto Humas BC Jateng DIY)

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov Jateng, Arif Sambodo juga memberikan dukungan dan menyampaikan perlunya sinergi lebih kuat. “Naiknya tarif cukai hasil tembakau dan Harga Jual Eceran rokok kemungkinan akan menaikkan volume rokok illegal. Jadi mungkin memerlukan sinergitas yang lebih intens. Prinsipnya kami mendukung penindakan ini, karena ini memutus matarantai distribusi rokok illegal, sekaligus juga nantinya tidak merugikan konsumen karena bagaimanapun ini tindakan untuk melindungi konsumen dan pada akhirnya untuk meningkatkan pendapatan negara”, ujarnya.

Sejalan dengan Arif Sambodo, Lilis yang mewakili Bapenda Pemprov Jateng juga menyatakan bahwa pihaknya akan mendukung upaya penegakan hukum di bidang cukai. Pemprov juga telah memberikan dana hibah Pajak Rokok sebesar Rp1.5 milyar kepada Bea Cukai dalam upaya tersebut.

Pewarta: Tim Humas

Editor: @BCjdiy

Comment here