Fasilitas

Bea Cukai Berikan Ijin Kawasan Berikat Kepada Perusahaan Garmen Terbesar di Korea Selatan

Semarang (23/01) – Terus berpartisipasi dalam peningkatan investasi dan ekspor, Bea Cukai Jateng DIY kembali memberikan fasilitas fiskal berupa perijinan Kawasan Berikat. Kali ini perijinan diberikan  kepada PT Winners International yang merupakan cabang dari perusahaan garment terbesar di Korea Selatan Sae-A Trading Co. Ltd. Perijinan ke-3 di awal tahun 2020 ini diberikan pada Kamis, 23 Januari 2020 di Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Semarang.

Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas I Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Cahya Nugraha menjelaskan bahwa Bea Cukai memang akan terus mendorong industri agar memanfaatkan fasilitas fiskal dari Pemerintah. “Pemerintah sudah mempermudah masuknya investasi terutama yang berorientasi ekspor. Fasilitas fiskal diberikan antara lain berupa penangguhan Bea Masuk dan tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor. Fasilitas non fiskalpun diberikan dengan adanya percepatan dan kemudahan perijinan”, jelasnya. Cahya menambahkan bahwa saat ini perijinan bisa dikeluarkan oleh Kanwil Bea dan Cukai. Selain itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu perusahaan harus memiliki Sistem Pengendalian Internal (SPI) yang baik, kemudian memberdayakan IT-Inventory dan CCTV sesuai dengan ketentuan. Cahya menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan asistensi kepada perusahaan secara gratis.

PT. Winners International merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang berlokasi di Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal dan bergerak di bidang industri pakaian jadi dari tekstil yang hasil produksinya 100% diekspor. Perusahaan ini akan memproduksi garment dengan brand terkenal seperti Polo, DKNY, Columbia, Aeropostale, Kohl’s dan lain-lain. Direktur perusahaan, Shim Won Take membeberkan alasannya ingin mendapatkan fasilitas Kawasan Berikat. “kami ingin mendapatkan fasilitas fiskal ini agar saat impor barang modal dan bahan baku tidak membayar Bea Masuk dan Pajak. Kami juga ingin agar proses impornya cepat. Ini sangat membantu perusahaan agar dapat berkembang dan bersaing”, bebernya.

Shim selanjutnya menjelaskan terkait waktu operasional perusahaan dan rencananya merekrut ribuan karyawan. ”Rencananya kami akan mulai beroperasi pada bulan juni. Saat ini kami masih terus melakukan perekrutan karyawan karena baru ada sekitar 100 karyawan yang masih dalam masa pelatihan. Sampai akhir tahun 2020 nanti kami akan merekrut tenaga kerja hingga 2000 orang, dimana 70% berasal dari daerah sekitar pabrik dan 30% dari luar daerah”, pungkasnya.

Pemerintah telah mengambil kebijakan agar membuka investasi dan menghilangkan semua hambatan. Bea Cukai melalui fungsinya sebagai industrial assistance mengambil peran aktif mewujudkannya. Memberikan fasilitas fiskal dan non fiskal, memberikan asistensi dari awal sebaik mungkin. Diharapkan dengan langkah ini dapat memberikan kontribusi postitif tidak hanya bagi industry namun juga Negara dan masyarakat.

Pewarta : @Aji

Comment here