Lain-lain

Bea Cukai Jateng DIY Gelar Bimbingan Teknis Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi

Semarang (04/02) – Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng dan DIY, Padmoyo Tri Wikanto mendorong dan menargetkan agar seluruh kantor di wilayah Jateng DIY pada tahun 2020 dapat meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Dari 10 kantor yang ada, baru 4 kantor yang telah berpredikat WBK, yaitu KPPBC Kudus, Cilacap, Purwokerto dan Tegal. Untuk mewujudkan target tersebut, Bea Cukai Jateng DIY menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) pada Senin , 3 Febuari 2020 di Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Jln. Ahmad Yani, Semarang dan diikuti oleh perwakilan dari seluruh kantor.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan, Moch. Arif Setijo Noegroho

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan, Moch. Arif Setijo Noegroho, selaku Plh Kakanwil mengingatkan agar seluruh kantor bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan WBK. “Untuk mencapai predikat WBK dibutuhkan kerja keras. Bukan hanya dari pejabat dan pegawai saja, tetapi juga melibatkan seluruh unsur di kantor, termasuk stakeholders”, jelasnya. WBK merupakan predikat yang diberikan kepada unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan laksana, penataan sistem SDM, penguatan pengawasan dan penguatan akuntabilitas kinerja sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) di lingkungan Instansi Pemerintah.

Kepala Bidang Kepatuhan Internal, Yacobus Agus Wahyudiono

Sementara itu Kepala Bidang Kepatuhan Internal, Yacobus Agus Wahyudiono memberikan paparan terkait teknis dalam persiapan menuju WBK. Yacobus mengingatkan agar timeline pengajuan predikat WBK menjadi perhatian seluruh kantor untuk ditepati. Kanwil Bea Cukai Jateng DIY juga telah membentuk tim penilai internal untuk melakukan monitoring dan evaluasi pada setiap tahapan kegiatan pengajuan predikat WBK. Yacobus juga meminta seluruh pejabat dan pegawai berkomitmen penuh pada pengajuan WBK ini.”Sewaktu saya rapat dengan KemenPAN-RB, diceritakan bahwa ada kantor yang mendapatkan penilaian rendah karena dalam rangkaian kegiatan pengajuan WBK kepala kantornya tidak berada di kantor. Hal semacam ini agar menjadi perhatian”, ungkap Yacobus yang juga merupakan person in charge pengajuan WBK Bea Cukai se-Jateng DIY.

Kepala KPPBC Tegal, Niko Budhi Darma

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan sharing session, berbagi pengalaman dari kantor yang telah memperoleh predikat WBK. Kepala KPPBC Tegal, Niko Budhi Darma membagikan pengalamannya dalam persiapan dan proses penilaian WBK. Niko antara lain mengatakan bahwa seluruh tahapan harus dipersiapkan secara detil dan matang termasuk bukti dokumen pendukung.

Dengan Bimtek ini diharapkan seluruh kantor dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk meraih predikat WBK. Tentu yang lebih penting bukan predikatnya, namun bagaimana nilai-nilai penyelenggaraan pemerintahan yang baik (prinsip good governance) benar-benar tercermin dan menjadi budaya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

pewarta: adisby

Comment here