FasilitasPelayananPenerimaan

Bea Cukai Jateng DIY Terus Berikan Asistensi IT Inventori Perusahaan KITE

Semarang (04/02) – Pembinaan Standardisasi IT Inventory untuk perusahaan penerima Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) telah memasuki fase yang ketiga, yakni periode Januari – Februari 2020. Hingga akhir tahun 2019, dari 44 perusahaan yang masuk dalam daftar pembinaan, sudah ada 11 perusahaan telah memiliki IT Inventory dengan kategori A atau B sesuai dengan ketentuan Peraturan Dirjen Bea Cukai nomor 09/BC/2014. 33 perusahaan sisanya akan terus mengikuti asistensi di Kanwil DJBC Jateng DIY.

Sistem IT Inventory termasuk dalam Kategori A apabila telah terintegrasi dengan Sistem Akuntansi Perusahaan dalam satu antar muka (Interface), sedangkan Kategori B apabila telah terintegrasi dengan Sistem Akuntansi Perusahaan dalam satu database namun berbeda Interfacenya.

Asistensi pembinaan IT Inventory pada bulan Januari 2020 dilakukan kepada 13 Perusahaan KITE meliputi PT Sinar Utama Sejahtera, PT Sport Glove Indonesia, PT Ambassador Garmindo, PT Aneka Andalan Asia, PT Asia Cakra Ceria Plastik, PT Mercindo Global Manufaktur, PT Pantjatunggal Knitting Mill, PT Arindo Garmentama, PT Tyfountex Indonesia, PT Evergreen Indogarment, PT Jesi Jason Surja Wibowo, PT San-Yu Frame Moulding, dan PT Seidensticker Indonesia. Asistensi dilakukan untuk memastikan perkembangan standardisasi IT Inventory yang sebelumnya telah diberikan rekomendasi oleh Bea Cukai kepada Perusahaan KITE.

Windarto, Kepala Seksi Perijinan Fasilitas III Kanwil Bea Cukai Jateng DIY mengatakan bahwa pembinaan IT Inventory pada fase ketiga ini merupakan pembinaan kepada perusahaan- perusahaan yang belum memiliki IT Inventory dengan Kategori A atau B, akan tetapi perkembangan standardisasi beberapa Sistem IT Inventory perusahaan telah mencapai 70 – 80% untuk sesuai dengan ketentuan. Lebih lanjut Windarto juga menceritakan kendala yang yang banyak dihadapi oleh perusahaan. “Perkembangan standardisasi IT Inventory pada bulan Januari lalu dapat dikatakan sudah mencapai 70 – 80% sesuai dengan PER 09/BC/2014, sedangkan kendala yang dihadapi perusahaan adalah kalibrasi dan validasi data akuntansi dari sistem yang lama ke sistem yang baru, jadi masih memerlukan waktu bagi perusahaan terlebih banyaknya data yang mereka miliki”, jelas Windarto.

Puncak penilaian standardisasi IT Inventory perusahaan KITE akan dilakukan pada tanggal 18 Februari 2020. Standardisasi ini bertujuan untuk menjaga akuntabilitas data perusahaan terhadap fasilitas yang diberikan serta agar perusahaan aware terhadap perkembangan teknologi IT dalam membangun bisnis perusahaan. Dan disisi lain juga dapat membantu Bea Cukai dalam memberikan pelayanan dan pengawasan kepada perusahaan penerima fasilitas fiskal.

Comment here