Lain-lain

Persiapan WBK Bea Cukai Jateng DIY, Seluruh Unsur Harus Terlibat !

Semarang (13/01) – Dalam rangka persiapan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tahun 2020, Bea Cukai Jateng DIY adakan Program Pembinaan Keterampilan Pegawai (PPKP) bertema WBK di Aula Kanwil BC Jateng DIY Jalan Ahmad Yani, Semarang pada Rabu, 12 Februari 2020. 

Kepala Bidang Kepatuhan Internal, Yacobus Agus Wahyudiono selaku narasumber memaparkan bahwa WBK selain sebagai bentuk implementasi dari Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 52 tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) di lingkungan Instansi Pemerintah, juga merupakan arahan Menteri Keuangan agar seluruh satuan kerja di Kementerian Keuangan dapat meraih predikat WBK dan WBBM. Yacobus juga mengatakan bahwa menurut Menkeu, penerapan nilai-nilai dan budaya kerja Kementerian Keuangan sebenarnya sudah in line dengan program WBK/WBBM.

“Seluruh unsur harus terlibat dalam pembangunan integritas untuk meraih WBK. Bukan hanya pegawai, tapi juga cleaning services, petugas keamanan, dan para pengguna jasa”, pesan Yacobus seraya mengingatkan agar seluruh pegawai tidak lupa terhadap Nilai-Nilai dan Budaya Kementerian Keuangan.

Nilai-nilai Kementerian Keuangan adalah integritas, profesionalisme, sinergi, pelayanan, dan kesempurnaan. Adapun lima budayanya adalah:

  1. Satu Informasi Setiap Hari. Dengan bertambahnya satu informasi setiap hari maka akan menambahkan ilmu pengetahuan kita;
  2. Dua Menit Sebelum Jadwal. Dengan membiasakan hadir dua menit sebelum jadwal/acara dimulai, akan melatih kedisiplinan kita;
  3. Tiga Salam Setiap Hari. Dimaksudkan dalam rangka memberikan pelayanan yang baik bagi stakeholder dan bersikap sopan dengan memberikan salam sesuai waktunya yaitu Selamat Pagi, Selamat Siang, dan Selamat Sore;
  4. Empat Tindakan yaitu rencanakan, kerjakan, monitor dan tindaklanjuti. Agar seluruh pegawai dalam melaksanakan tugas sehari-hari menerapkan etos kerja dan prinsip-prinsip manajemen/organisasi yang baik;
  5. Lima Laksanakan lima R yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin.

Sebelum memulai paparan, sebenarnya Yacobus telah melakukan cara menarik untuk menguatkan salah satu budaya Kemenkeu yaitu “Dua Menit Sebelum Jadwal”. Yacobus mengajak pegawai yang merasa terlambat menghadiri acara ini untuk maju ke depan dan mengambil jatah push up 10 kali. Yacobus juga ikut push up meskipun tidak terlambat datang.

Predikat WBK adalah hasil penilaian namun hal yang lebih fundamental adalah penerapan nilai dan budaya Kementerian Keuangan.”Jangan sampai setelah dapat WBK, itu dianggap sebagai formalitas saja. Apalagi setelah itu masih ditemukan hal-hal yang bertolak belakang seperti penemuan gratifikasi dan suap. Penerapan nilai dan budaya Kemenkeu harus dilaksanakan terus menerus oleh seluruh jajaran.”jelas Yacobus yang kemudian menambahkan bahwa setelah pemberian predikat nantinya tetap ada monitoring dan evaluasi bagi satuan kerja yang mendapatkannya.

Comment here