Fasilitas

Tak Terpengaruh Covid-19, Perusahaan Ini Justru Minta Fasilitas Kawasan Berikat Ke Bea Cukai Untuk Akomodasi Peningkatan Produksi

Semarang (17/04) – Pelayanan Fasilitas Bea Cukai Jateng DIY ditengah pandemi Covid19 tetap berjalan efektif seperti biasanya namun dengan cara yang berbeda. Pemberian Ijin Fasilitas Kawasan Berikat kembali dilaksanakan melalui Video Conference (Vicon). Kali ini perijinan diberikan kepada PT Geomed Indonesia, perusahaan alat kesehatan yang berlokasi di Kawasan Industri Candi Semarang.

Yang menarik dari pemberian perijinan kali ini adalah bahwa PT Geomed Indonesia sebelumnya telah memiliki Ijin Kawasan Berikat dengan lokasi perusahaan di Kawasan Industri Terboyo Semarang. Mengingat sejak menggunakan fasilitas Kawasan Berikat tingkat produksi perusahaan  terus meningkat karena salah satunya disebabkan cash flow perusahaan yang terbantu, dan daya atau kapasitas produksi sudah maksimal, maka perusahaan merelokasi pabriknya ke tempat yang baru untuk dapat meningkatkan daya produksinya. Direktur PT Geomed Indonesia, Suryo Budi Susetyo, menyampaikan hal tersebut saat presentasi proses bisnis kepada Bea Cukai. “Dengan kondisi perusahaan di lokasi yang lama, daya produksi perusahaan telah maksimal, sehingga kami putuskan untuk berpindah ke Kawasan Industri Candi untuk meningkatkan daya produksi yang sebelumnya hanya 290,000 pcs/tahun akan menjadi 480,000 pcs/tahun. Pastinya akan diikuti peningkatan nilai investasi dan tenaga kerja”, jelas Suryo. Selain itu, Suryo juga menyampaikan bahwa manfaat fasilitas Kawasan Berikat ditengah pandemi Covid19 ini cukup membantu perusahaan disektor cash flow dan manajemen tenaga kerja, sehingga perusahaan tetap berjalan seperti biasanya.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Amin Tri Sobri

PT Geomed Indonesia diketahui sebagai perusahaan yang bergerak dibidang peralatan kedokteran dan medis dengan hasil produksi berupa Surgical Instruments. Perusahaan mengeluarkan dana investasi senilai Rp130 Milyar dalam mengembangkan usahanya kali ini. Kabid Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Amin Tri Sobri, menyampaikan informasi bahwa perijinan yang diberikan kepada PT Geomed Indonesia menambah panjang daftar perijinan yang dikeluarkan oleh Kanwil DJBC Jateng DIY di awal 2020 ini. Amin berpesan agar perusahaan dapat terus meningkatkan kinerjanya dan tidak menyalahgunakan fasilitas yang diberikan negara, dengan tetap patuh pada peraturan yang berlaku. PT Geomed Indonesia menjadi perusahaan ke-9 yang menerima izin Kawasan Berikat dari Bea Cukai Jateng DIY menyusul 8 perusahaan lain yang lebih dahulu mendapatkannya, yaitu PT MAS Silueta Indonesia, PT Parkland World Indonesia, PT Winners International, PT Kembangarum Indah Perkasa, Shoenary Javanesia Inc, PT Wanho Industries Indonesia, PT Masterkidz Indonesia, dan PT Hamana Works Tira Indonesia.

Comment here