Transformasi Kelembagaan

IT Club, Konsep Baru Bea Cukai Jateng DIY Untuk Tingkatkan Kapasitas SDM Di Bidang IT

Semarang (08/05) – Tidak dipungkiri bahwa perkembangan teknologi informasi dimasa kini sudah merubah paradigma lama tentang berbagai aspek dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memunculkan suatu era baru yaitu Era Disrupsi. Era Disrupsi sendiri adalah suatu era dimana muncul inovasi – inovasi yang mengganti sistem lama dengan cara – cara yang baru. Untuk menghadapi era itu maka dituntut kapasitas SDM yang mumpuni terkait IT. Sebagai langkah konkritnya, Bea Cukai Jateng DIY memulai program barunya yakni  Kursus Online IT Club yang diselenggarakan pada hari Jumat, 8 Mei 2020 melalui Video Conference.

Membuka kegiatan kursus daring IT Club, Kepala Bagian Umum, Firsti Masdiani, menyampaikan bahwa dimulainya program kursus IT Club ini bertujuan untuk memberikan wawasan IT kepada pegawai Bea Cukai dengan update perkembangan teknologi informasi terkini. Selain itu, di era digital seperti sekarang ini, penting untuk memelihara keamanan data pribadi maupun instansi. “Dengan dimulainya program kursus online IT Club ini diharapkan menjadi sarana meng-update informasi perkembangan teknologi dan mengupgrade skill dalam memelihara keamanan data dan pengolahan data informasi”, ujar Firsti.

Yan Inderayana

Yan Inderayana, Kasubdit Pengendalian Keamanan Informasi, Manajemen Layanan dan Evaluasi Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai, dalam pemaparan materinya menyampaikan bahwa dunia telah mengalami perubahan paradigma, terlebih dengan adanya wabah Covid-19 ini. Paradigma baru yang timbul dimasa pandemi ini diantaranya adalah Stay at home Lifestyle, yaitu turunnya keinginan mobilitas masyarakat karena telah dapat terpenuhinya kebutuhan melalui teknologi informasi, seperti berbelanja dapat secara online, bekerja dari rumah, dan lain sebagainya. Kemudian paradigma baru Go Virtual, yakni berkembangnya pemenuhan kebutuhan secara virtual seperti virtual money, cloud storage (penyimpanan virtual) dan virtual social. Perubahan-perubahan tersebut terjadi karena tergantikannya system lama dengan teknologi informasi (Era Disrupsi). “upaya untuk menghadapi era perubahan ini dapat dilakukan dengan terus berinovasi terhadap perkembangan teknologi informasi, memanfaatkan teknologi sebijak mungkin, jangan pernah merasa puas terus belajar, dan untuk pelayanan Bea Cukai. Ciptakan hubungan yang bersifat “Customer Oriented”, pungkas Yan.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai telah turut serta dalam perkembangan teknologi dengan mengembangkan berbagai inovasi system aplikasi penunjang tugas pokok dan fungsi Bea Cukai seperti CEISA 4.0, Portal Pengguna Jasa, dan Tracking Barang Kiriman. Inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan layanan kepada stakeholders.

Baca Juga : Optimalkan Tugas Fungsi Duta Transformasi, Bea Cukai Jateng DIY Bentuk Supporting Agents

Comment here