Reformasi Birokrasi

Serius Bangun WBK / WBBM, Bea Cukai Jateng DIY Dapat Arahan Irjen Kemenkeu

Semarang (14/05) – Menindaklanjuti arahan Menteri Keuangan agar seluruh Satker di lingkungan Kementerian Keuangan, termasuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membangun Zona Integritas dan harus memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bebas Melayani (WBBM), maka pada Rabu, 13 Mei 2020, Bea Cukai Jateng DIY  mengumpulkan seluruh perwakilan pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Jateng dan DIY untuk menerima arahan secara langsung dari Irjen Kementerian Keuangan, Sumiyati, melalui video conference.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto, menyampaikan keseriusannya dalam membangun zona integritas menuju WBK/WBBM. Dari 10 Satker yang ada, terdapat 4 satker yang telah mendapat predikat WBK yakni Bea Cukai Kudus, Bea Cukai Cilacap, Bea Cukai Purwokerto dan Bea Cukai Tegal. Luasnya wilayah pengawasan Bea Cukai Jateng DIY tidak menyurutkan tekad untuk menjadi institusi yang bebas dari KKN. “Pembangunan ZI WBK/WBBM adalah program sinergi Bersama Bea Cukai Jateng DIY, kami optimis seluruh Bea Cukai Jateng DIY akan memperoleh predikat WBK/WBBM ini”, ujar Tri.

Seolah tanpa beban, Sumiyati memberikan arahan secara blak-blakan, kelebihan dan kekurangan yang ada pun disampaikan. Sumiyati mengapresiasi atas prestasi, namun serius mewanti agar jangan ada yang menciderai. Selain itu, Sumiyati juga memaklumkan kepada Bea Cukai Jateng DIY terkait luasnya wilayah pengawasan dan tingginya tantangan dan godaan di Jawa Tengah yang menjadi jantung perekonomian di Indonesia. Predikat ZI WBK WBBM memiliki hakikat sebagai cerminan indeks reformasi birokrasi institusi pemerintahan, seperti yang telah diarahkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Kementerian Keuangan dan seluruh jajarannya harus segera memiliki predikat WBK WBBM.

Sumiyati berpesan juga kepada Bea Cukai Jateng DIY untuk serius mempersiapkan diri di seluruh aspek penilaian, monitoring dan evaluasi setiap proses bisnis yang ada, lakukan perbaikan dan optimalisasi pelayanan Bea Cukai. “Predikat WBK WBBM bukanlah tujuan, akan tetapi merupakan upaya untuk membentuk budaya organisasi, budaya kerja, budaya integritas dalam memberikan pelayanan yang bebas dari KKN”, pesan Sumiyati.

Baca Juga : Persiapan WBK Bea Cukai Jateng DIY, Seluruh Unsur Harus Terlibat !

Comment here