Transformasi Kelembagaan

Pesan Tri Wikanto Dalam Hadapi New Normal: “Aja Rumangsa Bisa, Nanging Bisaa Rumangsa”

Semarang (03/06) – Pademi Covid-19 masih melanda secara global dalam kurun waktu yang belum dapat diprediksi masa berakhirnya. Kita diharapkan dapat beradaptasi dengan situasi baru ini, meskipun secara psikologis tidak mudah. Dalam rangka menyongsong situasi kenormalan baru atau yang tenar disebut “New Normal”, Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto, memberikan pengarahan kepada jajarannya pada Rabu, 03 Juni 2020, di Aula Lantai 6 Kanwil DJBC Jateng DIY, Jalan Ahmad Yani 139 Semarang. Pengarahan diberikan secara daring melalui zoom video conference bagi pegawai yang melaksanakan work from home dan melalui tatap muka langsung bagi pegawai yang melaksanakan work from office, namun dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Kakanwil BC Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto

Tri menekankan kepada pegawai untuk memperhatikan protokol kesehatan dan keamanan ketika beraktifitas baik di rumah maupun di kantor. “Kita harus mulai memperhatikan dari hal-hal kecil. Biasakan mulai sekarang membawa perlengkapan esensial seperti masker, tisu, hand sanitizer, helm pribadi, alat makan pribadi, dan sebagainya dalam satu tas khusus untuk beraktifitas di luar rumah.” jelasnya.

Kondisi normal baru merupakan hal yang tidak bisa dihindari lagi. Seluruh jajaran Bea Cukai Jateng DIY diharapkan untuk responsif dan adaptif pada kondisi tersebut. Dalam menghadapi perubahan tersebut, Tri mengajak seluruh pejabat dan pegawai untuk menghadapinya dengan semangat kebersamaan. “Bea Cukai Jateng DIY harus memikirkan dan menghadapinya bersama-sama. Saya mengambil kata bijak jawa karena kita juga kebetulan bertugas di Jawa Tengah, “Aja rumangsa bisa, nanging bisaa rumangsa” . Aja rumangsa bisa atau jangan merasa bisa berarti kita tidak boleh merasa sok tahu, bisa segalanya sendiri, bahkan sampai meremehkan orang lain. Kita harus bisaa rumangsa yang artinya bisa merasa. Tidak sekedar berempati atau merasakan apa yang dialami orang lain namun juga berjiwa besar, bisa menerima masukan, dan tidak angkuh” pesannya. Tri juga mengingatkan bahwa bencana pandemi ini merupakan ujian bagi semua orang agar bisa menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Kepala Bagian Umum, Firsti Masdiani

Falsafah atau pitutur jawa tersebut juga mengajarkan bahwa kita ini tidak bisa hidup sendiri, kita membutuhkan bantuan orang lain. Sebagai manusia kita mempunyai keterbatasan dan itu yang harus kita sadari. Itulah mengapa Tuhan juga menciptakan orang lain selain kita. Masing-masing memiliki kelebihan, namun juga memiliki keterbatasan. Dalam menghadapi era new normal ini kebersamaan menjadi kata kunci. Semua harus “guyub rukun”, yang artinya bersama-sama berdampingan dengan penuh kerukunan dan saling membantu. Dengan semangat tersebut diharapkan pegawai Bea Cukai bisa semakin menguatkan jiwa korsa dalam mengabdi kepada institusi dan negeri.

Pewarta: @adisby

Comment here