Pengawasan

Hati-hati Menyimpan Senjata Api Dinas, Hilang Bisa Dipecat!

Amunisi SMB 12.7 mm milik Bea Cukai

Semarang (11/06) – Dalam rangka melaksanakan tugas dan kewenangannya berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan dan Undang-Undang Cukai, pejabat bea cukai dapat menggunakan senjata api dan kapal patroli bea cukai dapat dilengkapi dengan senjata api. Bagi pegawai bea cukai yang diberi tanggung jawab untuk menggunakan senjata api dinas, maka penyimpanannya harus diperhatikan dengan sangat berhati-hati dan sesuai ketentuan.

 “Teman-teman pasti ingat ya sewaktu mengikuti Diklat Kesamaptaan, doktrin kita bahwa senjata api adalah istri atau pacar kedua kita. Selain harus dirawat, menyimpannyapun harus ekstra hati-hati dan mengikuti prosedur yang ada, sesuai Surat Edaran Dirjen Bea Cukai nomor SE-20/BC/2020”, ujar Kepala Seksi Sarana Operasi III Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kantor Pusat Bea Cukai, Heri Purwanto selaku narasumber dalam sosialisasi Standar Teknis dan Penyimpanan Senjata Api Dinas, yang diselenggarakan oleh Direktorat Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga (KIAL) Kantor Pusat DJBC pada Kamis, 11 Juni 2020, melalui video conference.

Heri Purwanto

Heri mengingatkan bahwa pegawai harus memperhatikan cara menyimpan senjata api dinas yang menjadi tanggung jawabnya.  “Kehilangan senjata api dinas dapat mengakibatkan hukuman disiplin sampai pemecatan. Mengapa seberat itu? Karena bukan hanya masalah nilai senjata api dinas namun jika senjata tersebut jatuh ke tangan orang yang salah maka dapat berakibat buruk sampai hilangnya nyawa orang”, jelasnya.

Senjata api dinas harus disimpan dengan standar tertentu, tempat penyimpanan senjata api dinas adalah sebagai berikut:

Selanjutnya, hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyimpan senjata api di antaranya:

  1. Laras senjata harus menghadap atas;
  2. Magasin dilepas; dan
  3. Peluru dikosongkan serta dipisahkan tempat penyimpanannya dari senjata.

Senjata api dinas yang digunakan oleh Bea Cukai di antaranya adalah senjata laras panjang Valmet dan SBC, revolver Taurus dan pistol P3. Kapal patroli Bea Cukai juga dilengkapi dengan Senjata Mesin Berat (SMB) Kaliber 12.7mm. Dua jenis senjata yang telah disebutkan yaitu SBC dan P3 adalah hasil produksi perusahaan nasional PT Pindad Indonesia.  “Saat ini senjata api legendaris bea cukai yaitu Valmet buatan Finlandia, tetap diaktifkan penggunaannya. Valmet ini satu-satunya senjata standar kita yang sudah teruji bahkan dalam kondisi basah kuyup di dalam air masih bisa ditembakkan”, jelas Heri. Selain penyimpanan secara fisik, Heri juga mengingatkan administrasi senjata api juga harus diperhatikan agar jika dilakukan stock opname segala sesuatu tercatat dengan baik dan benar. Dengan sosialisasi ini diharapkan para pegawai bea cukai menjadi lebih waspada dalam menyimpan senjata api dinas.

Suasana Video Conference

Pewarta: @adisby

Comment here