Transformasi Kelembagaan

Minder Bicara Di Depan Umum? Yuk Simak Tipsnya

Ani Natalia, Kasubdit Humas Perpajakan sebagai narasumber

Semarang (15/06) – Public speaking adalah ketakutan nomor satu di Amerika Serikat berdasarkan survei atas 3.000 orang tentang ketakutan terbesarnya, sebuah fakta yang dikutip Christine Stuart dalam bukunya ‘Berbicara Efektif”. Demikian disampaikan Ani Natalia Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan, Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kantor Pusat Ditjen Pajak. Ani secara khusus diundang sebagai narasumber dalam Sosialisasi “Becoming An Excellent Public Speaker” pada Senin, 15 Juni 2020 yang diadakan Direktorat Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga (KIAL) Kantor Pusat Bea Cukai melalui video conference.

“Kita sering dihadapkan pada situasi-situasi tertentu dimana kita harus siap berbicara di hadapan orang banyak. Ingat tiga hal ini: ketika berbicara itu harus enak dilihat, enak didengar, dan nyaman di hati”, pesan Ani di keapda 600 lebih pegawai bea cukai se-Indonesia yang mengikuti sosialisasi ini. Menurut Ani, agar apa yang kita bicarakan nyaman di hati pendengar tidak ada teorinya karena hal tersebut muncul dari “ketulusan” seseorang ketika menyampaikan sesuatu. “Suatu hal yang baik akan mudah tersampaikan dan ditangkap dengan baik juga jika disampaikan dengan baik. Ketika kita berbicara dengan baik, bukan hanya reputasi diri kita yang dipertaruhkan namun reputasi instansi atau kantor kita”, lanjut lulusan Politeknik Keuangan Negara STAN tahun 1995 ini.

Selama dua jam, Ani mengupas kunci-kunci berbicara efektif di hadapan banyak orang. Di antaranya adalah teori tentang verbal communication berikut:

Tidak hanya teori, jam terbang sangat menentukan keberhasilan seseorang menjadi seorang public speaker yang baik. “Mulai sekarang, beranilah mencoba berbicara jika ada kesempatan. Yang penting, perhatikan betul faktor C yaitu Courtesy. Kesopanan harus diperhatikan ketika kita berbicara, lihat siapa lawan bicara kita” jelas Ani. Dalam membangun suasana komunikasi yang nyaman, Ani memberikan tips untuk selalu membangun relation dengan audience. “Jangan satu arah, sapa para pendengar, ajak bicara. Minta pendapat mereka atas apa yang telah disampaikan. Hal itu akan membuat audience lebih aware kepada kita yang sedang berbicara”, sambungnya. 

Pertanyaan menarik datang dari salah satu peserta yaitu Rony Agung, Kepala Subseksi Layanan Informasi Bea Cikarang, yang menyampaikan pertanyaan tentang bagaimana menghadapi audience yang kritis atau difficult participant. “Hal seperti itu tidak bisa dihindari. Pasti akan selalu ada pihak yang tidak setuju dengan apa yang kita sampaikan atau memang sekedar iseng untuk menguji kita. Hadapilah dengan tenang, hargai apa yang dia sampaikan, jangan sekali-kali terlihat kita menyerang balik,” pungkas Ani.

Pewarta: @adsiby

Comment here