Lain-lain

Ada Apa Dengan Cukai?

Semarang (18/06) – Apa itu Cukai? Ada apa dengan Cukai? Tema ini yang diangkat dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Kantor Pusat Bea dan Cukai yaitu parade sosialisasi season 2 ke-15 pada Kamis, 18 Juni 2020. Seperti biasa, parade sosialisasi ini dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting.

Undang-Undang Cukai nomor 39 tahun 2007 menyebutkan bahwa Cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat dan karakteristik tertentu. Karakteristik tersebut ialah konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup, atau pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.

Kepala Subdirektorat Potensi Cukai dan Kepatuhan Pengusaha Cukai Tedy Himawan menyampaikan bahwa karakteristik tersebut bersifat alternatif, bukan kumulatif. “Jadi apabila ada suatu barang yang sudah memenuhi 1 atau lebih karakteristik tersebut maka sudah bisa dikategorikan sebagai Barang Kena Cukai, tapi kita harus mengkajinya terlebih dahulu”, jelasnya. Mengapa perlu adanya Cukai? Tedi menjelaskan bahwa sejatinya Cukai itu dikenakan pada suatu komoditas/barang karena pengaruh negatif yang ditimbulkan dari barang tersebut kepada masyarakat, “pungutan cukai akan menjadikan harga barang tersebut naik, keterjangkauan masyarakat atas barang tersebut menjadi kecil, sehingga konsumsi masyarakat atas barang tersebut juga akan turun, inilah fungsi pengendalian, bukan semata-mata untuk penerimaan negara”, tambahnya.

Saat ini di Indonesia terdapat 4 barang yang dikenakan Cukai atau yang dikenal dengan sebutan Barang Kena Cukai (BKC) yaitu Hasil Tembakau (HT), Etil Alkohol (EA), Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dan produk plastik. Tedy menyampaikan bahwa kedepan masih dimungkinkan adanya ekstensifikasi BKC untuk barang-barang lain yang dianggap memenuhi karakteristik BKC. Indonesia masih berada jauh dibawah negara lain terkait jumlah BKC nya dan tergolong sedikit, di negara lain banyak barang-barang selain HT, MMEA, EA dan plastik. Misalnya Thailand yang memiliki 11 barang yang dikenakan Cukai mulai dari emisi kendaraan bermotor, bensin hingga minuman mengandung pemanis dan lain sebagainya.

Comment here