Lain-lain

Fotografer Kehumasan Instansi Harus Tahu Tips Ini Sebelum Menjepret

Semarang (19/06) – Fotografi berasal dari bahasa Yunani yaitu photos berarti cahaya,  dan grafo yang artinya melukis. Menurut Martha Suherman, fotografer kondang di dunia fotografi Indonesia, arti bahasa tersebut sangat tepat karena mustahil bisa menghasilkan suatu karya foto tanpa adanya cahaya. Hal tersebut diungkapkannya melalui video conference, saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Photography Class yang diadakan Kantor Pusat Bea Cukai, pada Jumat, 19 Juni 2020.

Dihadapan lebih dari 500 peserta, Martha mengupas dasar-dasar fotografi seperti tentang fungsi fotografi, segitiga aperture, komposisi, dan histogram. Dasar-dasar fotografi tersebut wajib diketahui oleh seluruh pegawai bea cukai yang bertugas di unit kehumasan dan penyuluhan layanan informasi. Foto yang baik tentu akan memiliki pengaruh yang besar pada kualitas publikasi dan citra instansi.

Martha Suherman

Dalam paparannya, Martha juga memberikan tips dalam dunia fotografi kehumasan instansi. Fotografer terlebih dahulu harus merencanakan foto atau momen apa yang akan diambil, sehingga lebih siap. “Fotografi di instansi tidak seperti jurnalistik pada umumnya. Biasanya kita sudah tau acara apa yang akan berlangsung sehingga kita bisa merencanakan apa saja yang harus kita ambil momennya” ujarnya. Bahkan, fotografer juga dimungkinkan untuk merekayasa suatu momen jika dimungkinkan untuk memberikan cerita yang lebih lengkap atas peristiwa yang diwakili oleh foto tersebut.

“Satu lagi, jangan lupa amankan angle yang standar sebelum bermain angle yang unik. Saya tahu angle standar mata memandang pasti membosankan. Tetapi yang standar itu harus diambil dulu, in case yang non standar tidak memenuhi syarat publikasi yang baik untuk instansi”, pesannya.

suasana photography class

Pewarta:@adisby

Comment here