Lain-lain

Tingkatkan Kualitas, Bea Cukai Jateng DIY adakan Pelatihan Social Media Content Creator

Semarang (24/06) – Seiring perkembangan teknologi informasi yang kian pesat, media social telah bertransformasi sebagai salah satu sumber informasi yang paling dekat dengan seluruh lapisan masyarakat. Instansi Pemerintah dituntut untuk selalu dapat mengikuti perkembangan jaman, tak terkecuali dalam hal penggunaan medsos sebagai media komunikasi kepada stakeholders.

Untuk mengotimalkan penggunaan medsos dengan konten-konten yang menarik, Bea Cukai Kanwil Jateng DIY pada Rabu, 24 Juni 2020 menggelar Pelatihan Social Media Content Creator kepada para pegawainya melalui video conference. Tak kurang dari 90 peserta tercatat mengikuti pelatihan yang menghadirkan nara sumber seorang content creator dari Direktorat Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga (KIAL) DJBC, Nur Iman.

Kepala Kanwil, Padmoyo Tri Wikanto dalam sambutannya menekankan pentingnya dukungan dari seluruh pegawai terhadap medsos kantor. “Media sosial kantor adalah milik kita bersama. Saya minta seluruh jajaran harus ikut mendukung. Minimal dengan memiliki akun media sosial dan secara aktif melakukan “engagement” dengan medsos kantor. Saya sendiri walaupun tidak secara aktif mengelola akun pribadi saya tetapi saya selalu share dan like konten-konten medsos kantor”, ajaknya seraya meminta agar lebih kreatif dalam membuat konten.

Sementara itu Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Dit. KIAL, Deni Surjantoro mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan pelatihan ini. Deni kemudian memberikan tips untuk menjadi content creator. “Harus banyak masukan, banyak bertanya, beri batasan kepada diri sendiri lalu mulai menciptakan sesuatu, dan buatlah diri sendiri tidak nyaman karena dengan kondisi tidak nyaman akan menjadikan kita kreatif”, ujarnya.

Nur Iman melanjutkan dengan materi pembuatan konten dari hulu sampai hilir. “Tidak mudah memang membuat konten yang berkualitas seperti milik akun-akun media sosial besar. Kita harus bisa bekerja dengan keseimbangan otak kiri dan otak kanan. Tidak hanya pemahaman peraturan, kita juga harus kreatif”, jelasnya. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah analisis terhadap “pasar” yang dituju. “Kalau lingkup nasional silakan admin medsos bisa me-repost konten-konten dari akun DJBC supaya selaras dan apa yang disampaikan bisa booming di masyarakat. Adapun masing-masing kantor pasti punya tipikal kebutuhan masyarakat lokal yang beragam. Itu yang harus digali sehingga kita memahami kebutuhan audience”, lanjutnya.

Iman menekankan bahwa selain jumlah follower, hal yang harus diperhatikan adalah engagement dengan followers. “Jumlah followers memang penting, tetapi kualitas engagement dengan mereka itu yang jauh lebih penting. Cepatlah respon jika mereka bertanya”, pungkasnya.

Pewarta: @adisby

Comment here