Pengawasan

4,47 Juta Batang Rokok Ilegal diamankan Bea Cukai dalam Dua Penindakan Beruntun

Semarang (29/07) – Sindikat pengedar rokok ilegal jaringan Jawa – Sumatera kembali beraksi. Kali ini, aksi mereka berhasil digagalkan oleh Bea Cukai Jawa Tengah DIY dalam dua penindakan beruntun pada hari Sabtu, 27 Juni 2020 dan hari Senin, 29 Juni 2020 dini hari tadi. Total barang yang diamankan sebanyak 4,47 juta batang rokok sigaret kretek mesin (SKM) berbagai merk, dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp4,56 miliar dan total potensi kerugian negara yang diselamatkan mencapai Rp2,65 miliar.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil BC Jateng DIY, Moch. Arif Setijo Nugroho menjelaskan kronologi dua penindakan ini. “Hari Sabtu, 27 Juni 2020, kami menerima informasi intelijen tentang adanya pengiriman rokok diduga illegal dari Jepara menuju Pekanbaru, Sumatera dengan menggunakan sebuah truk. Setelah melakukan pemantauan sekian lama, Tim akhirnya berhasil menghentikan truk tersebut di Jalan Raya Kaligawe, Genuk, Semarang, pada pkl. 01.15 WIB,” jelasnya. 

Penindakan rokok ilegal yang disembunyikan di balik paket buku sekolah

Menurut Arif, pengemudi truk berinisial AM dan kernet berinisial HS menunjukkan surat jalan yang menyatakan muatan truk adalah paket buku sekolah. Namun setelah diperiksa, di balik muatan paket buku, tim mendapati 97 koli rokok dengan  merek “PASTIPAS BOLD” yang tidak dilekati pita cukai. Totalnya ada 1,16 juta batang, nilainya mencapai Rp1,18 miliar, sehingga potensi kerugian negara yang diselamatkan sebesar Rp690 juta. Sopir mengaku bahwa mereka dari Sumatera dan baru bongkar muatan besi di Jakarta sebelum akhirnya ke Jepara karena mendapat order. 

PENINDAKAN ROKOK ILEGAL DI JALAN TOL SALATIGA-BAWEN KM.452

Adapun pada penindakan kedua dilakukan pada Senin dini hari, 29 Juni 2020 pkl 2.05 WIB. Menurut Arif, tim kali ini melakukan penindakan terhadap truk bermuatan 207 koli rokok ilegal di Jalan Tol Salatiga-Bawen KM.452, Salatiga. “Ini juga berawal dari informasi intelijen yang kemudian kita analisis dan kembangkan. Total rokok berjumlah 3,31 juta batang dengan berbagai merk. Nilainya mencapai Rp3,37 miliar dengan total potensi kerugian negara yang berhasil diamankan sebesar Rp1,96 Miliar.

Arif menceritakan bahwa supir truk berinisial S dan kernet AT ini membawa muatan dari Jawa Timur menuju Palembang, Sumatera. Mereka belum banyak memberikan keterangan. Saat ini seluruh barang hasil penindakan beserta sopir dan kernet masih diamankan di kantor Bea Cukai untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Petugas Bea Cukai melakukan penyegelan

Dua penindakan ini menambah panjang deretan penindakan rokok ilegal oleh jajaran Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY. Hingga 29 Juni 2020, tercatat sudah 160 penindakan dilakukan, dengan total rokok sebanyak 21,1 Juta batang. Nilainya mencapai Rp22,2 Milyar. Adapun potensi kerugian negara yang berhasil diamankan sebesar Rp13,3 Milyar.

Comment here