Pelayanan

Bea Cukai Siap Jadi Katalisator Pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang

Kunjungan kerja BC Jateng DIY ke Pemkab Batang (foto: PLI BC Tegal)

Batang (6/7) – “Sudah saya perintahkan kepada Menteri dan Kepala BKPM untuk industri-industri yang akan relokasi ke Indonesia baik itu dari Tiongkok Jepang, Korea, Taiwan, Amerika, atau dari negara manapun berikan pelayanan yang sebaik-baiknya,” kata Presiden Jokowi yang saat  peninjauan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang pada hari Selasa, 30 Juni 2020 yang lalu (sumber: setneg.go.id).

Bea Cukai sebagai instansi yang juga mempunyai fungsi sebagai trade facilitator dan industrial assistance berkomitmen mendukung percepatan pembangunan KIT Batang. Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto secara proaktif melakukan kunjungan kerja bersama jajaran ke Pemerintah Kabupaten Batang pada Senin, 6 Juli 2020 dalam rangka memberikan dukungan terhadap proyek tersebut..

Padmoyo Tri Wikanto

Bupati Batang, Wihaji beserta jajarannya menyambut langsung kunjungan ini. Kedua pihak kemudian intens berdiskusi tentang perkembangan pembangunan KIT Batang di ruang rapat Kantor Bupati, Jalan R.A. Kartini No. 1 Batang. “Tidak hanya fasilitas fiskal yang akan diberikan kepada perusahaan-perusahaan berorientasi ekspor, kami berkomitmen dari awal untuk sepenuhnya menjamin kemudahan perizinan (yang berkaitan dengan tusi Bea Cukai-Red) dalam pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang ini. Dan segala jenis pelayanan di Bea Cukai kami jamin bebas dari biaya”, jelas Tri Wikanto. 

Wihaji menyambut baik kunjungan ini, “Saya atas nama kepala daerah mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Keuangan khususnya Bea Cukai yang secara cepat merespon perintah pak Presiden melakukan langkah-langkah dalam rangka semangat memberikan pelayanan yang terbaik kepada para investor pada perencanaan maupun pelaksanaan Kawasan Industri Kabupaten Batang” jelasnya. Wihaji menyebut bahwa dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dengan perwakilan pemerintah pusat di daerah serta pihak terkait untuk para investor sehingga nanti ada kepastian dan kemudahan berusaha sekaligus tidak ada tumpang tindih kewenangan.

Wihaji

Berdasarkan keterangan Wihaji, Kawasan Industri Terpadu Batang yang berlokasi di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing saat ini sedang dalam tahap master plan. “Tahap pertama nanti sekitar 450 hektar. Kami membentuk tim percepatan yang tentu saja Bea Cukai akan kami ikut sertakan agar lebih mudah berkoordinasi secara langsung.” pungkas Wihaji.


Pewarta: @adisby

Comment here