Penerimaan

Cukai Hasil Tembakau Andalan Penerimaan Negara Dari Jawa Tengah

Semarang (8/7) – Sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di provinsi Jawa Tengah, Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Tengah menggelar Press Conference APBN periode Semester I Tahun 2020 melalui video conference di Semarang pada 8 Juli 2020. Dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Sulaimansyah, acara ini turut dihadiri oleh Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY Padmoyo Tri Wikanto dan Kakanwil Ditjen Pajak Jateng I, Suparno.

Suparno

Suparno menyebutkan bahwa dari target tahun 2020 sebesar Rp34,2 Triliun, saat ini telah terealisasi sebesar Rp 13,34 Triliun atau 39% dari target. “Pada semester pertama ini penerimaan tumbuh sebesar 8,97% dari pertumbuhan di periode yang sama tahun lalu yang hanya -0,82%. Pertumbuhan ini ditopang terutama dari setoran PPN industri Hasil Tembakau yang meski produksi menurun, tapi ada kenaikan (tarif) cukai,” jelasnya.

Tri Wikanto

Senada dengan Ditjen Pajak, Tri Wikanto membenarkan bahwa penerimaan Cukai khususnya Cukai Hasil Tembakau diproyeksikan positif. “Penerimaan bea masuk dan bea keluar tertekan karena melemahnya kegiatan ekspor impor. Namun, penerimaan cukai masih memberikan angin segar,” jelas Tri. Hingga 30 Juni 2020, Bea Cukai Jateng DIY membukukan penerimaan sebesar Rp17,43 Triliun dari target Rp44,36 Triliun (39,28%). Realisasi penerimaan tersebut didominasi oleh Cukai Hasil Tembakau (CHT) sebesar Rp15,99 Triliun. Penerimaan CHT ini naik sebesar Rp1,8 Triliun atau tumbuh 12,75% dari tahun lalu (y-o-y). 

Angka-angka yang disajikan oleh Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai memberi gambaran pentingnya penerimaan negara dari sektor industri hasil tembakau. “Inilah alasan mengapa Bea Cukai akan terus melakukan upaya maksimal dalam menekan peredaran rokok ilegal sampai 1% tahun ini. Dalam satu bungkus rokok itu sumbangsihnya 62% untuk (penerimaan) negara,” pungkas Tri Wikanto.

Pewarta: @adisby

Comment here