Pelayanan

“How to be Memorable Presenter” Ala Nessa Ghozal

Semarang (08/07/2020) – Kondisi pandemi telah membawa kita kepada kondisi New Normal. Setiap aspek kegiatan dituntut untuk dapat beradaptasi dengan kondisi baru agar kegiatan dapat tetap berjalan. Pun demikian dengan kegiatan yang melibatkan presenter. Semakin banyaknya event organisasi yang dilakukan secara daring, menuntut kehadiran presenter yang mampu melaksanakan tugasnya secara daring dengan baik pula.

Untuk itu kali ini Bea Cukai Jateng DIY menggelar pelatihan presenter secara daring dengan menghadirkan narasumber kondang di dunia presenter khususnya wilayah Jawa Tengah, Nessa Ghozal. Acara pada Rabu 8 Juli 2020 ini dikemas dalam webinar class dan diikuti oleh seratus pegawai Bea Cukai baik dari wilayah Jateng DIY maupun wilayah lain mulai dari Sumatera, Sulawesi, Kalimantan hingga Papua.

Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto saat membuka pelatihan meminta agar para peserta selain memiliki skill terkait Kepabeanan dan Cukai, juga memiliki skill yang lain. “Dengan suasana pandemi COVID19 yang belum juga berakhir, kita dapat manfaatkan waktu untuk mengembangkan wawasan bahkan keahlian baru. Seperti yang tengah kita adakan sekarang ini, yakni Webinar Pelatihan Virtual Presenter. Pelatihan ini dapat menjadikan nilai lebih seorang pegawai Bea dan Cukai sehingga tak hanya jago soal Kepabeanan dan Cukai namun juga memiliki skill tambahan menjadi MC/Presenter,” pesan Tri.

Nessa Ghozal, Owner Akademi Bicara dan seorang Profesional MC, memaparkan materi bertajuk “How to be Memorable Presenter”. Menurutnya, MC/Presenter bertugas dalam memandu jalannya acara, sehingga diperlukan sinergi antara presenter dengan audiens agar acara berjalan dengan lancar. Terjalinnya sinergi dapat tercipta dengan memperhatikan konten yakni materi yang akan disampaikan dan konteks yakni bagaimana cara menyampaikan materi tersebut. Secara proporsional, komposisi suksesnya suatu komunikasi dapat dipengaruhi oleh pembawaan Bahasa tubuh (60%), penampilan presenter (10%), pemilihan kata – kata (10%) dan suara presenter (20%).

“Secara praktiknya, terdapat sebuah formula dalam memandu acara, yakni Opening, Body dan Closing. Opening sendiri, dapat berisi sambutan kepada audiens, pengenalan latar dan tujuan acara, dan interaksi terhadap audiens. Kemudian pada Body atau isi, hal yang akan disampaikan harus tersampaikan dengan jelas dan baik, disertai data pendukung, dan simpulan. Dan terakhir pada Closing, sampaikan ringkasan keseluruhan bahasan materi, berikan kesimpulan, dan sampaikan “punchline” yang berkesan. Dan poin terpenting sebelum ketiga hal itu adalah siapkan persiapan sebaik mungkin, lakukan research data, konsep, konteks, dan audiens agar sesuai,” jelas Nessa.

Comment here