Fasilitas

DORONG INDUSTRI BANGKIT, BEA CUKAI BERIKAN FASILITAS KEMUDAHAN IMPOR TUJUAN EKSPOR

Semarang (09/07) – Pemerintah saat ini tengah berusaha untuk terus memulihkan kembali perekonomian Indonesia akibat dampak dari pandemi Covid-19. Bea Cukai yang juga mempunyai fungsi sebagai industrial assistance berkomitmen untuk mendukung industri dalam negeri agar dapat bersaing dengan pasar global dengan memberikan fasilitas baik fiskal maupun nonfiskal. Fasilitas fiskal antara lain diberikan dengan memberikan perijinan / fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Adapun fasilitas non fiscal antara lain dengan memberikan kemudahan perijinan, asistensi dan pemberian bimbingan secara mudah, cepat dan gratis.

Pada Kamis, 9 Juli 2020, Bea Cukai Jateng DIY Untuk pertama kalinya dalam masa New Normal, menerbitkan izin fasilitas KITE Pembebasan. Fasilitas ini diberikan setelah PT Sassy Global Indonesia (SGI) memaparkan proses bisnis perusahaannya melalui tatap muka secara langsung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Dengan fasilitas ini maka perusahaan mendapat fasilitas pembebasan bea masuk serta tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan/atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)  atas impor bahan baku untuk diolah, dirakit, dan dipasang, yang hasil produksinya untuk diekspor.

PT SGI merupakan perusahaan yang salah satu hasil produksinya adalah pakaian gamis pria dan berlokasi di Kabupaten Karanganyar. Direktur perusahaan Syed Martheen Ahmed mengungkapkan tekadnya untuk memperoleh fasilitas ini guna membantu cash flow perusahaan. Syed berkomitmen untuk bertanggung jawab atas pemenuhan kewajiban sebagai penerima fasilitas. “Tidak hanya dari kami perusahaan yang harus paham dan berkomitmen untuk bertanggungjawab atas pemenuhan kewajiban sebagai penerima fasilitas KITE ini, tetapi kami juga mengajak buyer untuk sama-sama berkomitmen”, tegasnya. Syed menyebut bahwa saat ini PT SGI memiliki 4 line produksi dengan kapasitas produksi sebanyak 1 juta pcs/tahun, didukung dengan karyawan sebanyak 280 orang. “Tahun 2021 akan ada penambahan line mejadi 6 line produksi. Kami perkiraan akan ada kenaikan sebanyak 15% sehingga kapasitas produksi kami akan mencapai 1,15 juta pcs/tahun dan akan ada penambahan karyawan sebanyak 100 orang”, jelasnya.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Amin Tri Sobri menyampaikan bahwa fasilitas KITE ini berbeda dengan fasilitas Kawasan Berikat (KB), “Perusahaan yang menerima fasilitas KB pabriknya diawasi oleh petugas kami di lapangan, sedangkan KITE tidak ada sehingga pengawasan akan lebih bersifat administrative”, jelasnya. Amin berharap bahwa nanti perusahaan dapat memanfaatkan fasilitas dengan baik dan bertanggung jawab untuk memenuhi kewajiban pelaporan. “Karena semua itu ada konsekuensinya nanti, sehingga diharapkan PT Sassy dapat memperhatikan detail-detail dari pemenuhan kewajiban penerima Fasilitas KITE Pembebasan”, pesannya.

Dengan pemberian fasilitas ini diharapkan dapat membantu cash flow perusahaan di tengah ekonomi yang sulit akibat pandemic. Keberlangsungan perusahaan akan memberikan dampak ekonomi positif seperti naiknya investasi, ekspor, penyerapan tenaga kerja dan tumbuhnya kegiatan eksonomi di sekitar perusahaan.

pewarta : @farid

Comment here