Reformasi Birokrasi

Smart Productivity: Tips & Trick Lebih Produktif saat Bekerja dengan Teknologi

Semarang (17/7) – Dewasa ini, pegawai Kementerian Keuangan semakin dituntut untuk memanfaatkan teknologi dalam bekerja. Tuntutan tersebut membuat setiap pegawai lebih intens menggunakan gawai untuk menyelesaikan pekerjaannya. Sementara itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Nottingham Trent University, rata-rata orang mengecek gawai 85 kali sehari, hal tersebut dapat menurunkan produktivitas sampai 40%, menghilangkan ruang kreasi, dan menurunkan rentan perhatian. Demikian dibeberkan oleh Yus Ibnu Yasin, narasumber dalam Bimbingan Mental: Smart Productivity yang digelar oleh BC Jateng DIY pada Kamis, 16 Juni 2020 di Aula Lantai 6 Kanwil BC Jateng DIY Jalan Ahmad Yani 139 Semarang serta melalui video conference.

Tips dan trik yang diberikan Yus terasa semakin penting mengingat kondisi yang telah diuraikan di tadi. Di satu sisi banyak pekerjaan yang tidak hanya dapat, namun “harus” menggunakan gawai untuk diselesaikan. Di sisi yang lain, penggunaan gawai juga dapat menurunkan produktivitas.”Saat ini kita merasa kekurangan informasi, padahal yang terjadi sebenarnya sebaliknya. Saat ini kita kebanyakan informasi. Banyak dari kita yang mengalami ketergantungan yang akut terhadap media sosial.” jelas Yus. Solusi untuk menghadapi masalah tersebut adalah menerapkan “Smart Productivity”.

Smart Productivity menurut Yus dibagi menjadi tiga hal yang wajib diperhatikan yaitu:

  1. Atensi (perhatian dan fokus)
  2. Waktu (self discipline)
  3. Energi (totalitas)

“Atensi” merupakan barang yang langka saat ini, kita mulai banyak kehilangan perhatian. Orang terlalu sibuk dengan dunia maya. Di antara cara membangun self awareness adalah menguasai inner focus (kemampuan mengenali diri sendiri), other focus (mengenali pikiran dan perasaan orang lain/ empati), dan outer focus (mengenal dengan siapa kita berhadapan). Hal yang jarang diperhatikan adalah outer focus yang berarti menumbuhkan pemikiran dan perasaan holistik dan menghilangkan egoisme. Kita hanyalah satu pegawai di kantor bea cukai. Kantor bea cukai adalah bagian dari masyarakat, serta masyarakat adalah bagian dari bangsa dan negara. Kita adalah satu kesatuan yang holistik.

Adapun “waktu”, Yus memberikan tips untuk membuat rencana kerja dan target harian. Suatu hal yang sudah selaras dengan apa yang dipraktikan oleh seluruh pegawai Kementerian Keuangan yaitu mengisi aplikasi “My Task” yang berisi log pekerjaan yang dilakukan setiap hari oleh masing-masing pegawai. Sedangkan “energi”, jangan sampai kita kehabisan. Sebanyak apapun waktu yang dimiliki, kalau Anda lelah, tidak berdaya, maka tujuan organisasi tidak akan tercapai” Yus memberikan satu tips yaitu berhenti sejenak, satu menit untuk rehat setiap 25 menit (rumus 25-1).

Diharapkan seluruh pegawai dapat mempraktikan smart productivity sehingga produktivitas dapat meningkat dalam era penggunaan teknologi yang semakin intens ini. Tentu penggunaan teknologi jangan sampai menghilangkan empati atau perhatian kepada orang lain dan lingkungan.

Pewarta: @adisby

Comment here