Pelayanan

Serap Aspirasi, Anggota Komisi XI DPR RI Apresiasi Kinerja Bea Cukai Jateng DIY

Semarang (22/07) – Pada masa Reses Persidangan IV Tahun Sidang 2019-2020, anggota Komisi XI DPR RI, Musthofa melakukan kunjungan kerja ke Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY pada Rabu 22 Juli 2020 di Jalan Ahmad Yani 139 Semarang.  Kunjungan kerja ini disambut langsung oleh Kepala Kanwil Padmoyo Tri Wikanto beserta jajaran.

Musthofa, Anggota Komisi XI DPR RI

Musthofa yang berasal dari fraksi PDI-P dan mantan Bupati Kudus ini menyebut bahwa kunjungannya bertujuan untuk monitoring dan evaluasi program kerja Bea Cukai khususnya di wilayah Jawa Tengah, apakah pelaksanaannya sudah sinkron dengan apa yang diharapkan.

“Terima kasih banyak atas sambutannya yang sebenarnya tidak harus sangat formal seperti ini. Saya datang untuk membuka telinga menyerap aspirasi terkait program kerja Bea Cukai khususnya di wilayah Jawa Tengah ini dan menghubungkannya dengan jajaran pengambil keputusan di Jakarta”, ujar Musthofa. 

Pertemuan membahas berbagai isu terkini antara lain berkaitan dengan pendirian Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Kudus, dwelling time di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, dan kondisi terkini produksi Kawasan Berikat di Jawa Tengah. 

Padmoyo Tri Wikanto, Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng DIY

Tri Wikanto menyampaikan perkembangan pendirian KIHT Kudus yang sudah dalam tahap pemenuhan persyaratan.”Perusahaan yang saat ini menjadi anggota koperasi di Lingkungan Industri Kecil (LIK) Hasil Tembakau sudah siap untuk memproduksi rokok jenis Sigaret Kretek Mesin. Bahkan saat ini ada beberapa pengusaha yang juga ingin masuk ke KIHT”, jelas Tri yang menyiratkan bahwa program KIHT mendapat respon positif dari para pengusaha rokok, sehingga upaya Bea Cukai merangkul para pengusaha yang belum legal menjadi legal dapat terwujud.

Kunjungan kerja masa reses DPR RI di Kanwil BC Jateng DIY, Semarang

Dwelling time di pelabuhan Tanjung Emas

Sementara untuk isu dwelling time di pelabuhan Tanjung Emas, Bea Cukai saat ini menjadi inisiator dalam pemeriksaan terpadu antara Bea Cukai dan Karantina yang dapat memangkas waktu tunggu di pelabuhan. Per Juni 2020, angka dwelling time berhasil ditekan ke angka 3.57 hari, yang terbagi menjadi waktu pre clearance 1.83 hari, customs clearance 0.18 hari dan post clearance 1.56 hari. Angka 3.57 pada Juni 2020 ini telah mengalami perbaikan dari tahun sebelumnya (y-o-y) yang mencapai angka 4.71 hari. Adapun untuk customs clearance yang memang berkaitan langsung dengan kinerja Bea Cukai, angka 0.18 hari pada Juni 2020 mengalami perbaikan signifikan dari tahun sebelumnya (y-o-y) yang masih berada di angka 0.38 hari.

Apresiasi kepada Bea Cukai

Musthofa lantas memberikan apresiasi atas kinerja tersebut. Pada masa ini, segala sesuatu yang dikerjakan di setiap lini pemerintah harus transparan dan akuntabel. “Ini semua menjadi catatan saya dan tentu saya berharap di koordinasi-koordinasi berikutnya selalu ada perkembangan ke arah yang diharapkan. Di masa pandemi ini semua menghadapi masalah, namun saya yakin dengan kepiawaian, tekad, dan ketulusan beliau (Padmoyo Tri Wikanto-red) dan semua jajaran Bea Cukai Jawa Tengah DIY ini yang bekerja keras dan cerdas dan penuh semangat, mari kita sama-sama untuk membangun negeri ini dengan baik. Insya Allah saya percaya beliau pasti bisa dan amanah”, pungkas Musthofa.

pewarta: @adisby

Comment here