Bersama Pasti BisaTransformasi Kelembagaan

Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY Minta Jajarannya Pegang Komitmen “5 Setia”

Semarang (10/8) – Bea Cukai Jateng DIY pada Senin 10 Agustus 2020 menyelenggarakan Dialog Kinerja Organisasi (DKO) bersama seluruh satker di lingkungan Kanwil DJBC Jateng DIY. Forum ini menjadi istimewa karena selain membahas capaian kinerja juga dijadikan sebagai ajang monev peluncuran buku “Bersama Pasti Bisa” yang telah diluncurkan pada Rabu 5 Agustus 2020.

Sebagaimana diketahui, Buku “Bersama Pasti Bisa – Menjadi Baik Saja Tidak Cukup” membawa pesan agar seluruh pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DIY berkinerja optimal dengan menjunjung tinggi integritas. Komitmen para pegawai lantas diharmonikan dalam “5 Semangat Pasti Bisa” atau “5 Setia”, yang meliputi Integritas, Teladan, Kolaborasi, Reward and Punishment, dan Perbaikan Berkelanjutan. Selain sebagai prasasti atas komitmen tersebut, buku ini juga berisi capaian kinerja seluruh satker dan testimoni stakeholders yang dibungkus dalam kisah Rama dan Shinta dengan menggunakan bahasa kekinian. Bahkan dalam versi eBooknya dilengkapi dengan audio visual yang sangat menarik. Versi eBook dapat dilihat melalui tautan http://kwbcjatengdiy.beacukai.go.id/BersamaPastiBisa/

Melalui forum ini, Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto memberikan apresisasi kepada seluruh pihak yg turut berkontribusi dalam penyusunan buku, mengingat proses penyusunannya yang bersifat “bandung bondowoso”, cepat, terburu-buru namun tidak menghilangkan filosofi dari buku ini. Namun Tri juga menegaskan agar seluruh pegawai memegang teguh komitmen yang telah ditandatangani dalam buku tersebut.

“Coba hayati satu-persatu mulai dari sampul, prolog, quotes, testimoni hingga tanda tangan yang merangkain yg tidak terputus. Maknanya dalam dan harus dijaga. Tanggapan negative yang mungkin muncul harus disikapi positif bersama dengan bahasa yg sama. Pastikan komitmen ini berjalan dengan baik di tiap satker, dari atas ke bawah dan sebaliknya”, ujar Tri.

Tri meminta agar tanda tangan itu layaknya bermaterai di hati kita, pikiran kita, perbuatan kita, dan jangan sekedar seremoni. “Maknanya dalam, komitmen yang tinggi dari kita. Bangun tradisi dan budaya ini, transparasi, akuntabel, professional. Kinerja optimal harus kita kembangkan terus”, pesan Tri.

Tri juga meminta para pimpinan untuk meneladani Ki Hajar Dewantoro dalam segala area kepemimpinan. Ajaran “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tutwuri handayani” benar-benar diterapkan sehingga pemimpin selalu hadir di segala lini untuk menggerakan tim. Semangat membangun integritas, menjadi teladan, membangun kolaborasi, memberikan reward and punishment dan terus melakukan perbaikan berkelanjutan agar dipelihara.

Tri menyinggung jika saat ini Kanwil dan Bea Cukai Surakarta belum bisa ikut meraih predikat WBK, jangan melemahkan semangat namun harus dijawab dengan komitmen dan bukti. “Komitmen ini hanya salah satu langkah, langkah lain harus terlahir. Tingkatkan kolaborasi secara aktif dengan instansi lainnya. Publikasikan hal-hal baik, agar semua orang makin tahu bahwa Bea Cukai sudah benar-benar berubah. Tahapan ini belum selesai, makanya dalam “5 Setia” ada komitmen melakukan perbaikan berkelanjutan”, tegasnya.

Arahan Kakanwil mendapat dukungan dari seluruh pimpinan satker. Seperti yang disampaikan Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso. Budi menyebut jajarannya tetap semangat untuk terus berusaha meraih predikat WBK. “Buku ini bukan sekedar buku seperti benda mati, namun semangat di dalamnya yang paling penting yaitu komitmen bersama. Ini yang akan kami terjemahkan dengan memberikan yang terbaik dengan semangat integritas”, ujarnya.

Comment here