Fasilitas

Jemput Bola dan Optimal Melayani, Bea Cukai Jateng DIY Peroleh Sertifikat Apresiasi APKB

Dalam kunjungan ke Kanwil Bea dan Cukai Jawa Tengah dan DIY pada Kamis, 13 Agustus 2018, Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB) sampaikan aspirasi dan berikan sertifikat apresiasi kepada Kanwil Bea Cukai Jateng DIY atas layanan optimal yang diberikan Bea Cukai se Jateng DIY dimana manfaatnya telah dirasakan oleh para pengusaha. Kunjungan kali ini juga dirasa lebih hangat karena selain dilakukan secara tatap muka juga terhubung ke beberapa satuan kerja di lingkungan Bea Cukai Jateng DIY secara virtual.

Dalam kunjungan ini, Ketua APKB Pusat, Ade Sudrajat menggandeng Ketua APKB Regional Jogja, Surakarta, Semarang dan Kudus. Adapun tujuan dari dilaksanakannya kunjungan ini adalah melakukan koordinasi seputar isu-isu terkini yang terjadi di lapangan. Sedikitnya Ade berfokus pada tiga hal yaitu mengenai dampak COVID-19 terhadap kinerja Kawasan Berikat, Kawasan Berikat Mandiri (KBM) dan penyampaian aspirasi mengenai pelatihan ahli kepabeanan. Ade menyampaikan bahwa dampak pandemic COVID-19 benar-benar dirasakan oleh pengusaha Kawasan Berikat. “Dampak Corona ini benar-benar kami rasakan. Kami merasa pada bulan Mei ini ada di titik nadir hingga ada perusahaan yang sampai harus merumahkan karyawannya”, ungkap Ade.

Ade Sudrajat

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, Nur Rusydi yang mengungkapkan data nilai devisa ekspor pada Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta yoy Tahun 2019-2020. “Kalau dibandingkan dengan Mei 2019, Nilai Devisa Ekspor Kawasan Berikat pada Mei 2020 anjlok tajam hingga -50,03%. Tapi kalau dilihat dari data sudah berangsur angsur membaik pada bulan Juni, Juli hingga awal agustus ini”, tutur Nur melalui video conference.

Selain membahas mengenai dampak covid bagi kinerja Kawasan Berikat, pada kunjungan ini juga dibahas isu-isu terkini yang ada di masing masing regional, seperti wacana pendirian Toko Bebas Bea hingga KBM. Selaku Ketua APKB Yogyakarta, Heru mengungkapkan sudah terdapat satu KBM dan satu KBM lagi yang sedang dalam proses perizinan. “Di Jogja sudah ada satu Kaber yang sudah mandiri pak, PT Udaka dan satu lainnya sedang dalam proses perizinan yaitu PT Dong Young Tress. Kami harap perizinannya lancar dan semakin banyak yang bisa dapat kaber mandiri”, ujar Heru.

Kunjungan APKB

Tri Wikanto Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY menyambut baik semangat para pengusaha KB untuk dapat beralih menjadi pemegang fasilitas KBM. “Bagus itu, Pengusaha Kawasan Berikat harus naik kelas ke KB Mandiri ya, Kawasan Berikat Mandiri kan lebih efisien. Tapi ya tetap ingat kewajibannya ya”, Tutur Tri. Kawasan Berikat Mandiri (Self-Managed Bonded Zone) merupakan salah satu stimulus kegiatan ekspor yang dikeluarkan oleh Pemerintah yang diproyeksi mampu mempercepat arus barang dan meningkatkan kemudahan berusaha.

Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY, Tri Wikanto

Di akhir kunjungannya Ade menyampaikan sertifikat apresiasi kepada Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jawa Tengah dan DIY atas fasilitas yang diberikan dan menyampaikan testimoni atas pelayanan yang diberikan. “Kalau dari KPPBC yang membawahi, kami tidak memenuhi hambatan yang berarti, malah rasanya Bea Cukai yang sering menjemput bola dan kalau kanwil sudah pasti, mengayomi dan memberikan pengawasan yang baik ke KPPBC. Atas nama pengurus dan anggota, kami sangat menghargai dan mengucapkan terima kasih banyak ke Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY”, tutur Ade.

Comment here