Reformasi Birokrasi

Secondment DJP – DJBC Diharapkan Jadi Trigger Pemulihan Ekonomi Nasional

Semarang (12/8) – Meskipun Pandemi Covid-19 membatasi banyak aktivitas pekerjaan, namun program Secondment DJP – DJBC – DJA – Lembaga Nasional Single Window (LNSW) Tahun 2020 tetap dilaksanakan sebagaimana rencana. Berbeda dengan tahun lalu di mana seluruh secondee, sebutan bagi peserta program secondment  secara penuh bertugas di kantor host, kali ini pelaksanaan secondment dilakukan bergantian antara bertugas di kantor dan virtual meeting.

Pada hari Selasa, 11 Agustus 2020, bertempat di Media Centre Kanwil BC Jateng DIY, seluruh secondee dari Bea Cukai dan Pajak berkesempatan mendapatkan arahan langsung dari Kakanwil Padmoyo Tri Wikanto. Sambil berkenalan dengan seluruh jajaran Ditjen Pajak yang bertugas di kantor Bea Cukai, Tri mengapresiasi capaian program secondment di bidang penerimaan yang telah menghasilkan tambahan penerimaan negara yang masuk kategori extra effort.

Di lingkungan kerja Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Tengah, selama tiga bulan sejak bulan Juli 2020 sampai dengan September 2020 Pajak dan Bea Cukai saling bertukar pegawai untuk transfer knowledge. Kanwil Bea Cukai Jateng DIY menugaskan sepuluh pegawai sedangkan Kanwil Pajak Jawa Tengah I menugaskan lima pegawai untuk menjadi secondee. Salah satu kegiatan yang dilakukan secondee adalah analisis Wajib Pajak berdasarkan data dari Pajak dan Bea Cukai.

“Operasional di lapangan harus bisa merge antara Pajak dan Bea Cukai, sehingga tidak ada lagi celah bagi Wajib Pajak untuk tidak patuh. Boleh saja Wajib Pajak membohongi Bea Cukai saat impor barang misalnya, tapi dengan sistem data kita yang merge nanti Ditjen Pajak dapat menginformasikan kepada Bea Cukai jika ada indikasi pelanggaran,” jelas Tri. Selain penerimaan dan pengawasan, Tri Wikanto juga berharap secondee dapat memberikan masukan-masukan kebijakan yang menjadi trigger roda perekonomian di masa pandemi ini. “Silahkan dipelajari, misalnya Pajak sekarang banyak kebijakan stimulus pada IKM (Industri Kecil Menengah), Bea Cukai ada kebijakan penundaan pembayaran cukai. Bagaimana cara menghitung, berapa besar dampaknya, silahkan saling bertukar pengetahuan sehingga menghasilkan masukan-masukan untuk pemulihan perekonomian. Selamat berkolaborasi dan patuhi selalu protokol kesehatan” pungkas Tri.

Comment here