Pengawasan

Gagal kelabuhi Petugas, Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal Diamankan Bea Cukai Jateng DIY

Semarang (24/8) – Kanwil Bea Cukai Jateng DIY kembali melakukan penindakan terhadap sarana pengangkut jenis truk di Jalan Kaligawe Raya, Trimulyo, Genuk, Semarang pada dini hari, 20 Agustus 2020. Supir Truk mencoba mengelabuhi petugas dengan membuka penutup terpal pada truk sehingga Nampak truk tersebut tidak bermuatan barang. Modus pengelabuhan ini menambah daftar panjang upaya peredaran barang ilegal yang berhasil digagalkan oleh Bea Cukai.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan, Moch Arif Setijo Nugroho mengungkapkan bahwa penindakan didasarkan pada informasi intelijen yang menyatakan bahwa terdapat pemuatan BKC Hasil tembakau yang diduga ilegal diangkut dari Jepara menuju Jakarta. Atas informasi intelijen yang diterima, tim Penindakan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY bergerak melakukan penelusuran di sepanjang Jalan Demak hingga Semarang. Hingga dinihari pada pukul 02.20 bertempat di  Jalan Kaligawe Raya, Trimulyo, Genuk, Semarang Tim Penindakan mengamankan satu unit sarana pengangkut berupa truk ISUZU NKR 58

Dari hasil pemeriksaan pada sarana pengangkut didapati bahwa truk memuat sebanyak 45 Karton Rokok SKM Merek “Luffman Classics Mild Bold” sebanyak 450.000 batang yang dikemas per 20 batang sebanyak 50 slop masing-masing 10 bungkus tanpa dilekati pita cukai. Dari barang bukti yang diamankan diduga nilai barang diperkirakan mencapai Rp459.000.000,00 dengan Nilai Cukai sebesar Rp204.750.000,00, Pajak Rokok sebesar Rp20.475.000, PPN HT sebesar Rp41.769.000,00 sehingga potensi kerugian negara yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai Rp266.994.000,00.

Selain mengamankan barang bukti, petugas juga mengamankan dua orang terduga pelaku yang merupakan Sopir dan Kernet Truk dengan Insial (AJ) dan (ZP). Saat ini seluruh Barang Hasil Penindakan beserta supir dan kernet dibawa ke Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY untuk proses penanganan lebih lanjut. Atas terduga pelaku peredaran rokok illegal dapat dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, dimana setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Comment here