Lain-lain

Bea Cukai Dukung BPOM Dalam Penanganan Kosmetik Bermerkuri

Semarang (23/8) – Bea Cukai Jateng DIY siap mendukung dan bersinergi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam penanganan kosmetik bermerkuri. Hal ini disampaikan Kasi Penindakan II Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Jatmiko, pada acara “Diseminasi Strategi dan Program Penghapusan Kosmetik Bermerkuri” pada Rabu, 19 Agustus 2020 di Ruang Rapat I Balai Besar POM Semarang, Jln. Sukun Raya No. 41A, Banyumanik, Semarang.

Jatmiko menjelaskan bahwa untuk pemasukan komoditas kosmetik berupa barang kargo melalui pelabuhan resmi saat ini pengawasan ketentuan larangan dan pembatasannya (lartas) masuk dalam kategori post-border. “Artinya Bea Cukai tidak menunggu pemenuhan ketentuan lartas dari BPOM untuk pengeluaran kosmetik dari pelabuhan. Pengawasan diserahkan kepada BPOM setelah barang keluar dari pelabuhan, bisa di pasar maupun gudang importir. Namun demikian kami siap mendukung BPOM terutama dalam bertukar informasi terkait importasi kosmetik bermerkuri”, jelasnya.

Adapun kosmetik yang dibawa oleh penumpang yang tiba dari luar negeri (hand carry) selain harus memenuhi ketentuan kepabeanan, juga dilakukan pengawasan secara professional judgment. “Kewajaran dari segi jumlah misalnya menjadi pertimbangan. Apabila tidak wajar untuk pemakaian pribadi, baik barang penumpang maupun barang kiriman melalui pos atau jasa titipan, akan diminta surat keterangan dari BPOM sebelum dikeluarkan dari kawasan pabean”, lanjut Jatmiko.

Sementara itu Dra. Mayagustina Andraini, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM mengungkapkan bahwa diantara kunci sukses penanganan kosmetik bermerkuri adalah penanganan yang dilakukan dari hulu ke hilir dan dilakukan secara sinergis. Dalam paparannya disebutkan bahwa kosmetik bermerkuri berasal dari dalam negeri dan luar negeri. Peran Bea Cukai tentu menjadi vital dalam kaitannya pada rantai peredaran barang yang berasal dari luar negeri.

Masyarakat harus sadar bahaya kosmetik bermerkuri

Dra. Mayagustina menjelaskan bahwa merkuri atau air raksa (Hg 80) merupakan satu-satunya logam yang berwujud cair pada suhu kamar. Di antara penggunaan merkuri adalah sebagai konduktor dalam termometer. Satu manfaat merkuri yang sering disalahgunakan adalah sebagai bahan pemutih pada kosmetik. Padahal, penggunaan merkuri sebagai bahan pemutih (biasanya wajah) sangat berbahaya karena dapat menimbulkan pengendapan permanen yang dapat merusak sel kulit bahkan memicu kanker.

Selain tindakan aktif dari instansi terkait, masyarakat diharapkan dapat lebih awas kandungan merkuri sebelum menggunakan produk kosmetik. Untuk kosmetik produksi dalam negeri harus dipastikan produk tersebut berlabel izin dari BPOM. Adapun untuk kosmetik dari luar negeri, masyarakat sebaiknya berkonsultasi kepada BPOM terdekat sebelum melakukan pembelian. Sebagaimana di Indonesia, produk kosmetik luar negeri yang aman dipakai adalah produk yang produsennya telah terdaftar di negara asalnya.

Kontirbutor : @adisby

Comment here