Lain-lain

Bea Cukai Jateng DIY Lakukan Simulasi Pemadaman Api Menggunakan APAR

Semarang (07/09) – Setelah hari sebelumnya menerima materi terkait pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), pada Jumat, 04 September 2020 peserta pelatihan melakukan simulasi atau praktik pemadaman api di halaman rumah dinas Kanwil Bea Cukai Jateng DIY. Kegiatan ini dilaksanakan setelah melakukan senam pagi bersama.

Memulai sesi praktik, tim safety K3 CV. Zenith Elektrika Mekani kembali mengingatkan perihal tanggung jawab terhadap keselamatan kerja ada di masing-masing pegawai, maka dari itu penting untuk memahami tata cara penggunaan APAR. Lebih lanjut, Zainal juga mempraktikkan tata cara memegang APAR dan apa saja yang perlu diperhatikan ketika akan menggunakan APAR. “Pertama yang harus dilakukan adalah berjaga jarak dengan titik api minimal 3-4 meter menyesuaikan dengan kondisi, kemudian cara melepas tuas dengan memegang gagang bawah dari APAR lalu lepaskan selang dengan tangan kiri memegang ujung selang dan tangan kanan memegang gagang, arahkan ujung selang pada titik api, jangan lidah api”, jelasnya. Praktik pemadaman api ini dilakukan dengan menggunakan gas karbon dioksida (CO2) dan dry chemical powder (bubuk kimia kering), Zainal menjelaskan bahwa penggunaannya juga tergantung penyebab timbulnya titik api. “Alat pemadam api dengan bahan CO2 atau karbon dioksida digunakan untuk memadamkan kebakaran yang terjadi pada peralatan –peralatan mesin atau listrik, sedangkan bubuk kimia kering cocok untuk ruangan kantor, area pabrik, gudang plastik, kertas, tekstil, minyak, bensin solar, bengkel-bengkel, pom bensin dan lain sebagainya”, jelasnya.

Ghina Padilah, pegawai pada Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai mengaku awalnya merasa takut karena baru pertama kali mengikuti pelatihan pemadaman api. “Awalnya saya takut karena ini pengalaman baru bagi saya, meskipun ini latihan tapi tetap ada ketakutan tersendiri menghadapi api, akan tetapi ini menjadi pengalaman yang berharga karena saya mendapatkan ilmu baru terkait pemadaman api ringan”, jelasnya. Ghina juga menambahkan meskipun ia pegawai perempuan tetap harus memiliki keberanian karena harus waspada disegala situasi.

Pelatihan pemadaman api ini sebagai salah satu bentuk antisipasi dan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran di lingkungan kantor. Pelatihan secara rutin tentu perlu dilakukan agar meningkatkan kewaspadaan dan ketenangan seluruh penghuni suatu gedung dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran, sehingga kerugian ditimbulkan dapat diminimalisasi.

Comment here