Pengawasan

Tidak Tebang Pilih, Bea Cukai Jateng DIY Juga Tindak Peredaran Rokok Ilegal Skala Kecil

Semarang (08/09) – Bea Cukai Jateng DIY kembali menunjukkan keseriusannya dalam penindakan rokok illegal, tidak hanya pada kasus yang besar atau dalam jumlah besar, namun yang kecilpun diperlakukan sama. Hal ini untuk memberikan perlakuan yang sama terhadap pelaku peredaran rokok illegal. Seperti yang dilakukan pada Kamis, 03 September 2020, tim penindakan Bea Cukai Jateng DIY bekerjasama dengan tim penindakan Bea Cukai Cilacap melakukan penindakan terhadap sebuah minibus yang mengangkut 12 ball rokok ilegal di Gombong, gang Albasiah, Kabupaten Kebumen.

Penindakan ini dilakukan berdasarkan informasi yang telah diterima dari masyarakat bahwa akan ada pengiriman rokok ilegal dari Jepara menuju Gombong, Kebumen, hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Moch. Arif Setijo Noegroho. “Berdasarkan informasi tersebut, tim penindakan dari kantor pelayanan berkoordinasi dengan kami yang di Kanwil untuk melakukan operasi di wilayah Gombong, dan betul pada pukul 23.15 WIB tim gabungan mendapati mobil minibus merk Toyota Calya berwarna hitam dengan nomor polisi (nopol) yang cocok dengan informasi yang diberikan, lalu tim melakukan penindakan dan pemeriksaan terhadap minibus tersebut”, jelasnya. Lebih lanjut Arif menjelaskan bahwa atas pemeriksaan sarana pengangkut didapati 12 ball (48.000 batang) rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM) tanpa dilekati pita cukai yang dibawa oleh 3 orang, nilai barang dari rokok tersebut mencapai 6,6 juta rupiah.

Atas penindakan tersebut, barang hasil penindakan dan 3 orang berinisial NF (sopir), MK dan A (penumpang) dibawa oleh tim ke Kantor Bea Cukai Cilacap untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Terhadap pelaku peredaran rokok illegal dapat dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, dimana setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Bea Cukai terus menghimbau kepada para pelaku usaha rokok illegal agar melegalkan usahanya. Rokok illegal merugikan negara dan masyarakat. Cukai dan Pajak yang dibayar, manfaatnya akan kembali lagi kepada masyarakat dalam berbagai bentuk antara lain berupa fasilitas umum seperti jalan, rumah sakit, sekolah dan subsidi-subsidi. Masyarakat juga dapat berpartisipasi dengan melaporkan kepada Bea Cukai apabila menemui atau mempunyai informasi tentang keberadaan rokok illegal. Informasi dapat disampaikan melalui Contact Center Bravo Bea Cukai 1500225 atau WA: 082138303778. Adapun ciri-ciri rokok illegal meliputi rokok yang tidak ada pita cukainya, menggunakan pita cukai tapi bekas, palsu atau tidak sesuai ketentuan. Informasi tentang rokok illegal dan Bea Cukai khususnya Jawa Tengah dan DIY, dapat menghubungi akun medsos @BCJatengDIY (IG, FB, Twitter dan Youtube).

Comment here