Transformasi Kelembagaan

Bintalnas Bea Cukai: Belajar Tentang Kehidupan

Semarang (17/09) – “Membandingkan kehidupan kita dengan orang lain itu sesungguhnya adalah suatu kebodohan, tapi bagaimana kita mencari inspirasi, kita belajar dari kehidupan orang lain itu adalah sebuah kebijaksanaan”, Ujar Leni Nurlaeni, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Maluku saat menjadi moderator dalam acara i-Talk dengan tema “Bincang Pegawai Inspiratif”, pada Rabu 16 September 2020. Webinar yang diadakan oleh Pembinaan Mental Nasional (Bintalnas) Kantor Pusat Bea dan Cukai ini diikuti oleh pegawai Bea Cukai di seluruh Indonesia secara daring.

Menjalani kehidupan adalah sebuah proses pembelajaran, Direktur Kepatuhan Internal Agus Hermawan menyampaikan dalam keynote speech nya bahwa kita sebagai manusia kadang suka melihat dan membandingkan hidup kita dengan orang lain. “Kita jangan hanya melihat kehidupan orang lain yang enak saja tanpa kita tahu apa yang sebenarnya dialami oleh orang lain, dalam menjalani kehidupan kita hanya bisa berikhtiar dengan kesabaran, ketabahan dan berdoa, selebihnya kita serahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa”, ujarnya. Agus berpesan bahwa dari kegiatan ini peserta dapat mengambil hikmah untuk dapat mensyukuri, memaknai dan menjalani kehidupan  sehingga bisa lebih mawas diri, apabila memperoleh cobaan harus yakin bahwa dengan usaha yang gigih dan berserah kepada Tuhan akan bisa melewati cobaan tersebut.

Pada webinar kali ini hadir 2 orang narasumber inspiratif, yaitu Ari Setyo Widodo, Kepala Bidang Kepatuhan Internal Kanwil Bea Cukai Jawa Barat, merupakan seorang survivor sakit ruas tulang belakang selama 7 tahun dan juga Dartono, Staf Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai, seorang mantan tukang parkir dan kuli bangunan yang kini menjadi Aparatur Sipil Negara di Bea Cukai. Ada benang merah yang menarik yang bisa diambil dari pengalaman atau kisah hidup mereka. Keduanya memberikan testimoni inspiratif tentang kehidupan. Bahwa Tuhan selalu hadir dalam segala aspek kehidupan. Ajakan untuk selalu bersyukur menjadi pemungkasnya.

Ari menyampaikan bahwa banyak hal yang membuatnya belajar dari kejadian yang dialaminya, “kita harus menyadari bahwa ketika kita merasa sehat, kita harus bersyukur di setiap nikmat yang diberikan oleh Tuhan sekecil apapun. Kita harus sadar bahwa segala sesuatu yang kita lakukan ada Tuhan yang selalu menggerakkan”, ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Dartono bahwa ada campur tangan Tuhan di setiap proses kehidupannya. Sempat menjadi petugas parkir dan kuli bangunan, Dartono pantang menyerah dalam menjalani kehidupan. “Selalu bersukur atas nikmat apa saja yang diberikan oleh Tuhan menjadikan kita lebih merasa cukup dan kita harus bisa melihat diri kita dari sudut pandang lain agar lebih bersyukur”, pungkasnya.

Comment here