Transformasi Kelembagaan

Bea Cukai Jateng DIY Lakukan Internalisasi 9 Kompetensi ASN

Semarang (23/09) – Guna meningkatkan kompetensi pejabat dan pegawai, pada Kamis 17 September 2020 Bea Cukai Jateng DIY mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang 8 Kompetensi managerial dan 1 sosial kultural. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini merupakan tindak lanjut dari implementasi Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 38 tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Peraturan Menteri Keuangan nomor 954/KMK.01/2019 tentang Kompetensi Sosial Kultural di Lingkungan Kementerian Keuangan.

Terdapat 3 elemen kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang ASN yaitu kompetensi teknis, managerial dan sosial kultural. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Padmoyo Tri Wikanto saat membuka kegiatan FGD. “Terkesan asing atau baru untuk kompetensi social kultural dan itu masuk dalam ranah assessment center. Kompetensi ini harus dimilik ASN sejak awal. Kalau kita ingat dahulu kita harus punya kompetensi wawasan kebangsaan atau wawasan nusantara dan sesuatu yang sifatnya memang bagaimana rasa kebangsaan itu ditumbuhkan”, tuturnya. Tri juga menyampaikan bahwa kompetensi social kultural ini wajib dimiliki oleh ASN Kemenkeu dimana ini merefleksikan pola mutasi di Kemenkeu yang ditempatkan di seluruh Indonesia. “Dimanapun setiap kita bertugas kita harus pandai-pandai beradaptasi tanpa menghilangkan jati diri, kita akan menghadapi kultur/budaya, agama, adat istiadat dan kebiasaan yang berbeda-beda dan kita harus bisa menempatkan diri sebagai ASN di Kemenkeu”, pesannya. Tri berharap peningkatan kompensi ini dapat meningkatkan kinerja para pegawai.

Sementara itu, Widyaiswara Madya Egrita Buntara dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkeu yang menjadi narasumber menyampaikan pentingnya ASN untuk memiliki kompetensi karena kan membuat lebih percaya diri dan dapat menyelesaikan tugas-tugas dengan baik meskipun dibawah tekanan, sebagai dasar dalam berkarir dan terlebih akan menjadikan manfaat bagi organisasi dan stakeholder. Terkait dengan kompetensi managerial, ada 8 kompetensi diantaranya Integritas, Kerjasama, Komunikasi, Orientasi pada Hasil, Pelayanan Publik, Pengembangan Diri dan Orang Lain, Mengelola Perubahan, dan Pengambilan Keputusan. Buntara juga menjelaskan tentang kompetensi sosial kultural dimana kompetensi ini merupakan bagian dari salah satu fungsi ASN yaitu perekat dan pemersatu bangsa. Indonesia merupakan negara dengan beragam perbedaan mulai dari agama, budaya, adat istiadat dan lain sebagainya, sehingga menjadi ASN harus memiliki kompetensi ini agar dapat menjadi perekat dan pemersatu bangsa dimanapun ASN itu ditugaskan. “Seorang ASN harus memiliki sikap toleransi, keterbukaan, peka terhadap perbedaan, mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mempersatukan masyarakat ditengah kemajemukan Indonesia, sehingga menciptakan kelekatan yang kuat antara ASN dan pemangku kepentingan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia”, pungkasnya.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan asistensi kepada pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY pada Jumat dan Senin, 18 dan 21 September 2020 dalam rangka menghadapi assessment.

Comment here