Pengawasan

Terus Edukasi Masyarakat, Bea Cukai Jateng DIY Talkshow “Gempur Rokok Ilegal” Bersama UpRadio Semarang

Semarang (1/10) – Selain konsisten dalam melakukan program Gempur Rokok Ilegal melalui upaya penindakan atau penegakan hukum, Bea Cukai Jateng DIY juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat. Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto bahkan turun langsung menjadi narasumber dalam talkshow “Gempur Rokok Ilegal” bersama UpRadio Semarang, yang dilakukan secara daring melalui live streaming Instagram dan on air radio, pada Selasa 29 September 2020.

Materi yang disampaikan Tri pada talkshow kali ini berfokus kepada tugas bea cukai dalam rangka pemberantasan rokok illegal dan juga peran aktif masyarakat dalam rangka menekan peredaran rokok ilegal. Gempur rokok illegal merupakan tagline dari Bea Cukai sebagai wujud komitmen dalam memberantas rokok ilegal yang diwujudkan dengan langkah pencegahan hingga penindakan atau penegakan hukum. Gempur Rokok Ilegal dilakukan untuk mengamankan hak-hak negara khususnya di bidang cukai. Berdasarkan struktur APBN, Cukai Hasil Tembakau yang didominasi oleh sigaret (rokok) merupakan komponen yang cukup signifikan dan menyumbang 7.6% bagi APBN atau sekitar Rp164 Triliun. Oleh karena itu program gempur harus senantiasa digaungkan kepada masyarakat luas.

Tri juga menyampaikan bahwa rokok illegal sangat merugikan negara. Bahkan di tahun ini target peredaran rokok illegal yang beredar di pasaran harus menembus angka kurang dari 3%. Target tersebut ditetapkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani menengok capaian hasil survey rokok illegal yang terus mengalami penurunan.

Setelah menjelaskan ciri-ciri rokok illegal yang meliputi rokok polos atau tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai tapi palsu, bekas atau tidak sesuai dengan ketentuan (salah peruntukan dan salah personalisasi), Tri Wikanto mengajak kepada masyarakat untuk melaporkan kepada Bea Cukai jika menemukan salah satu rantai peredaran rokok ilegal. “Peran serta masyarakat dalam membantu menyelamatkan penerimaan negara, salah satunya dengan memberitahukan kepada Bea Cukai jika melihat rokok ilegal di sekitarnya. Meski mungkin terdengar ringan tapi informasi tersebut berarti bagi kami”, pesan Tri. Di akhir paparannya Tri juga mengucapkan apresiasi kepada para aparat penegak hukum, Pemda dan masyarakat yang turut serta bahu membahu menggempur rokok illegal. Tri juga mengajak kepada para pelaku bisnis yang belum legal untuk menjadi legal. “Legal itu mudah, silakan hubungi kantor Bea Cukai terdekat. Perijinan dan layanan diberikan secara gratis, tidak ada pungutan liar. Kami pastikan itu”, tegasnya.

Comment here