Pengawasan

Tingkatkan Keterampilan, Bea Cukai Jateng DIY Adakan Pelatihan Bongkar Pasang Senpi

Semarang (02/10) – Setelah dibuka dengan prosesi pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Padmoyo Tri Wikanto, kegiatan peringatan Hari Bea Cukai ke-74 di Kanwil Bea Cukai Jateng DIY dilanjutkan dengan pelatihan bongkar pasang senjata yang diikuti oleh 25 pegawai yang terdiri dari perwakilan tiap bidang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 01 Oktober 2020 di ruang aula Kanwil Bea Cukai Jateng DIY.

Menurut Tri, keterampilan bongkar pasang senjata merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh pegawai Bea Cukai khususnya pegawai yang bertugas di bidang pengawasan. “Keterampilan bongkar pasang atau perawatan senjata api ini perlu dipahami oleh pegawai, karena dalam pelaksanaan tugas kita dilengkapi dengan senjata dan itu merupakan amanat dari Undang-Undang baik pistol maupun laras Panjang”, jelasnya. Tri menghimbau kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik. “Kedepan setelah pelatihan bongkar pasang senjata, bisa dimungkinkan untuk pelatihan menembak untuk melatih keterampilan menembak kita”, ujarnya.

Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Bea Cukai dilengkapi dengan senjata api. Dhicka Wardhana, pegawai pada Bidang Penindakan dan Penyidikan yang menjadi narasumber dalam pelatihan kali ini menyampaikan bahwa saat ini jenis senjata yang dimiliki oleh Bea Cukai Jateng DIY adalah pistol P-3A dan senapan laras panjang SBC. “Hal yang harus diperhatikan saat melakukan pembongkaran senjata adalah sebelum pembongkaran harus dipastikan bahwa senjata dalam keadaan kosong tanpa amunisi dengan melakukan tindakan keamanan (mengosongkan senjata). Jangan membongkar senjata secara paksa, lalu membongkar senjata tidak perlu menggunakan alat khusus karena hanya dibolehkan untuk bagian-bagian tertentu”, jelasnya.

Agata Riyandawati, pegawai pada Bagian Umum menyampaikan antusiasnya saat mengikuti pelatihan ini, “Karena memang saya suka dan penasaran bagaimana menggunakan senjata itu. Dulu waktu pendidikan kesamaptaan dikenalkan dan diajarkan cara menggunakan senjata termasuk latihan menembak dan sekarang ada kesempatan lagi ini merupakan pengalaman yang baik buat saya menambah keterampilan yang saya miliki”. Meski sebagai pegawai perempuan dan belum bertugas di unit pengawasan, menurutnya keterampilan ini perlu dimiliki oleh seluruh pegawai Bea Cukai. “Mengingat kita sebagai pegawai Kemenkeu khususnya Bea Cukai harus siap untuk bertugas dimanapun kita ditempatkan”, pungkasnya.

Comment here