Transformasi Kelembagaan

Ini Pesan Menkeu Sri Mulyani di Hari Bea Cukai Ke-74

Semarang (06/10) – “Semangat jiwa korsa dan komitmen Bea Cukai adalah aset yang paling berharga, jangan pernah kendorkan dan korbankan untuk alasan apapun”, pesan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Puncak Peringatan Hari Bea Cukai ke-74. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu, 03 Oktober 2020 diikuti oleh seluruh pegawai Bea Cukai di Indonesia secara daring.

Tantangan yang saat ini dihadapi oleh dunia termasuk Indonesia sangat besar, pandemi Covid-19 telah mengubah seluruh tatanan kehidupan. “Covid-19 telah mengubah seluruh tatanan sosial, ekonomi, ibadah, termasuk kegiatan kita bekerja, semua diubah tanpa ada persiapan dan tanpa ada kompromi, saya berterima kasih kepada anda semua yang sudah memiliki komitmen, kecintaan, dan disiplin untuk terus menjalankan tugas meskipun risiko betul-betul nyata. Itu bukti bahwa Bea Cukai memiliki korsa dan semangat untuk terus berbakti dan menjadi makin baik”, tutur Sri Mulyani. Fokus pemerintah saat ini adalah untuk mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Kunci dari PEN adalah tetap bisa mengatasi Covid-19 dan menjalankan kehidupan produktif dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Maka saya ingin mengingatkan petugas Bea Cukai yang memiliki tugas berat, agar tetap menjaga protokol kesehatan dalam melaksanakan tugasnya”, tegasnya.

Visimu Jalari Jiwaku, Misimu Aliri Darahku, penggalan lirik mars Bea Cukai yang dikutip oleh Sri Mulyani saat memberikan semangat bagi pegawai Bea Cukai. “Seperti yang dinyanyikan dalam mars Bea Cukai, visi Bea Cukai ada dalam jiwa anda, misi Bea Cukai ada dalam aliran darah anda, inilah yang saya ingin bahwa mars tadi tidak hanya dinyanyikan secara ritual tanpa jiwa, camkan mars Bea Cukai dan jalankan yang anda nyanyikan itu sebagai nyanyian kehidupan anda semua”, ujarnya. Dalam situasi krisis Sri Mulyani meminta jajarannya di Bea Cukai untuk bekerja jauh lebih keras, karena selain mengatasi krisis pandemi, pemerintah juga harus membangun pondasi ekonomi Indonesia yang lebih kompetitif, produktif, inovatif, dan kreatif. “Artinya pandemi tidak menjadi alasan untuk tidak berbuat atau memperbaiki Republik Indonesia”, tegasnya.

Sesuai dengan tema Hari Bea Cukai ke-74 yaitu saling melengkapi dalam keberagaman, membangun pertiwi dalam kebersamaan, Sri Mulyani berpesan agar anugerah keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia menjadikan kekuatan untuk dapat membangun Ibu Pertiwi. “Terus jaga semangat kersamaan dalam keberagaman, jalan kita untuk membangun Ibu Pertiwi masih panjang, namun jalan yang panjang dimulai dari langkah pertama, Bea Cukai sudah melalui langkah pertama sejak beberapa dekade yang lalu dengan melakukan reformasi, perjalanan ini harus diteruskan, pengabdian dan dedikasi untuk memberikan yang terbaik bagi Ibu Pertiwi. Jangan pernah lelah mencintai Republik Indonesia”, pungkasnya.

Comment here