Transformasi Kelembagaan

Dirjen Bea Cukai Semangati Jajarannya bahwa Bekerja bukan Sekedar Cari Nafkah, tapi Pengabdian dan Ibadah!

Semarang (09/10) – Kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai gelar pencanangan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI WBK) secara daring pada 7 Oktober 2020. Mengusung tema “Integritas adalah Identitas”, menjadikan pencanangan ZI WBK ini sebagai pemantik meraih cita – cita reformasi birokrasi Bea Cukai.

Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi, mengajak seluruh satker Bea Cukai untuk segera membangun ZI WBK dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani). Hingga saat ini, sebanyak 37 satker Bea Cukai telah berpredikat WBK dan 1 satker berpredikat WBBM. Adapun di tahun 2020 ini telah diajukan 100 satker lagi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia untuk dilakukan penilaian. Heru juga menambahkan, membangun ZI WBK/WBBM adalah salah satu rangkaian program untuk Bea Cukai Makin Baik.

Dihadapan jajarannya para perwakilan dari seluruh satker, Heru mengingatkan bahwa membangun ZI WBK/WBBM tidaklah mudah. “Kunci keberhasilan ditentukan oleh kebersamaan, sinergitas antara pihak internal, mitra, eksternal dan masyarakat, maka langkah awalnya adalah membangun sinergi. Lalu, bangun dan terapkan reformasi prinsip, seperti “Legal Itu Mudah, Ilegal itu Sulit” sehingga dapat tercipta situasi yang kondusif pada wilayah satker”, pesan Heru.

“Kemudian, implementasikan budaya Integritas, dengan transparansi program antar pihak, berdayakan IT guna mengurangi kontak transaksional langsung dengan stakeholder. Dan terakhir, tanamkan dalam hati, “Bekerja bukan sekedar mencari nafkah, namun juga sebagai pengabdian dan ibadah”, sambung Heru.

Comment here