Penerimaan

Bea Cukai Jateng DIY sudah Kumpulkan Rp27,79 Triliun, Tertinggi dalam 4 Tahun Terakhir

Semarang (14/10) – Hingga 30 September 2020, Bea Cukai Jateng DIY telah mengumpulkan pundi-pundi penerimaan negara sebesar Rp27,79 Triliun. Jumlah ini meski baru sebesar 64,45% dari target sebesar Rp43,11 Triliun, namun secara proporsional (target s.d. September) telah mencapai 97,53%. Capaian ini menjadi yang tertinggi dalam 4 tahun terakhir dalam periode yang sama (yoy).

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Nur Rusyidi, pada Dialog Kinerja Organisasi pada Senin, 12 Oktober 2020 di Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, mengatakan bahwa capaian tersebut tumbuh sebesar 11,07% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penerimaan sektor cukai yaitu Cukai Hasil Tembakau yang tumbuh sebesar Rp3,2 Triliun atau 14,15% (yoy).

Nur Rusyidi menjelaskan bahwa penerimaan Bea Masuk s.d. September 2020 mencapai Rp1,14 Triliun, atau mencapai  77,78% dari target sebesar Rp1,47 Triliun. Penerimaan Bea Masuk bulan September 2020 mengalami peningkatan 10% dibandingkan bulan sebelumnya. Hal itu disebabkan naiknya importasi komoditas pakaian jadi, hair color, sparepart dan sepeda.

Sedangkan realisasi penerimaan disektor Bea Keluar s.d. September telah mencapai Rp47 Milyar, atau  112,77% dari target sebesar Rp26 Milyar. Penerimaan pada September juga meningkat 9% dari bulan sebelumnya yang disebabkan dibukanya kembali ekspor veneer ke India dan naiknya ekspor komoditi pasir besi.

Adapun realisasi penerimaan Cukai s.d. September telah mencapai Rp26,6 Triliun atau 63,93% dari target sebesar Rp41,6 Triliun. Namun demikian secara proporsional telah mencapai 97,22% dari target s.d. September sebesar Rp27,36 Triliun. Dari total penerimaan Rp26,6 Triliun tersebut, hampir 96% nya dikontribusi oleh penerimaan Cukai Hasil Tembakau (CHT). Jika dibandingkan tahun 2019, penerimaan CHT s.d 30 September 2020 naik sebesar Rp3,2 Triliun, atau naik 14,15% (yoy). Kenaikan ini antara lain disebabkan naiknya produksi rokok golongan II dan III. Adapun golongan I mengalami penurunan.

Comment here