Penerimaan

Capaian Penerimaan Bea Cukai Jateng DIY Tembus Rp31,87 Triliun, Tri Wikanto Optimis Capai Target 2020

Semarang (21/10) – Hingga 20 Oktober 2020, Bea Cukai Jateng DIY telah mengumpulkan pundi-pundi penerimaan negara sebesar Rp31,87 Triliun. Jumlah tersebut meski baru sebesar 74% dari target sebesar Rp43,11 Triliun, namun secara proporsional (target s.d. Oktober) telah mencapai 96,42% dari target, yang terdiri dari penerimaan dari Cukai, Bea Masuk dan Bea Keluar. Capaian tersebut lebih tinggi Rp4,64 Triliun atau tumbuh 17,06% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Penerimaan Bea Masuk s.d. 20 Oktober 2020 mencapai Rp1,15 Triliun, atau mencapai  78,82% dari target sebesar Rp1,47 Triliun. Jumlah ini mengalami pertumbuhan negative sebesar 31,09% jika dibandingkan realisasi tahun sebelumnya (yoyo). Hal ini disebabkan pandemic Covid-19 yang melanda dunia dan melemahkan sector perdagangan international.

Sedangkan realisasi penerimaan disektor Bea Keluar telah elampaui target. Hingga 20 Oktober 2020 telah mencapai Rp53,45 Milyar, atau  128,09% dari target sebesar Rp26 Milyar. Namun demikian jika dibandingkan tahun sebelumnya, maka capaian tersebut mengalami peertumbuhan negative sebesar 25,36%. Sama halnya dengan Bea masuk, Bea Keluar juga terpengaruh pandemic Covid-19 yang melemahkan sektor perdagangan international.

Adapun realisasi penerimaan Cukai s.d. 20 Oktober 2020 telah mencapai Rp30,66 Triliun atau 74% dari target sebesar Rp41,6 Triliun. Jumlah ini lebih tinggi Rp5,18 Triliun atau tumbuh 20,35% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh penerimaan Cukai Hasil Tembakau yang naik Rp5,1 Triliun atau tumbuh 20,91% (yoy). Total realisasi Cukai tersebut merupakan akumulasi dari 3 jenis penerimaan yaitu Cukai Hasil Tembakau atau lazim disebut cukai rokok yang merupakan contributor utama sebesar 96%, Cukai Etil Alkohol (EA) dengan kontribusi sebesar 3,26% dan Cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dengan kontribusi sebesar 0,74%.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto saat diwawancara wartawan Jawa Pos (Radar Semarang), Alvi, pada Rabu 21 Oktober 2020 mengatakan bahwa penerimaan Jateng DIY didominasi oleh penerimaan Cukai yaitu sebesar 96,2%. Tri menyatakan optimismenya dapat mencapai target hingga akhir tahun 2020 nanti. Menjawab pertanyaan media terkait upaya menekan peredaran rokok ilegal, Tri mengajak seluruh pihak untuk ikut menekan rokok illegal. “Bea Cukai selaku institusi yang bertanggung jawab terhadap penerimaan negara dari Cukai, mohon dukungan sebesar-besarnya dari seluruh lapisan masyarakat, Aparat Pengak Hukum, Pemerintah Daerah dan pelaku usaha. Penerimaan Cukai yang dikumpulkan dapat digunakan sebagai instrument pembangunan dan menggerakkan ekonomi daerah. Penerimaan akan kembali lagi ke masyarakat melalui berbagai mekanisme antara lain Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan Pajak Rokok”, ujar Tri.

Comment here