Fasilitas

Sukses Story IKM, UMKM Manfaatkan Fasilitas Pemerintah

Semarang (2/11) – Pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir telah menekan perekonomian nasional. Tak terkecuali bagi para penopang utama pertumbuhan ekonomi seperti pelaku UMKM dan IKM di wilayah Jawa Tengah. Hal ini juga berpengaruh pada kontribusi pajak yang mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun lalu saat belum pandemi.

Penurunan kontribusi pajak UMKM ini diungkapkan Kakanwil DJP Jateng I, Suparno pada Webinar “UMKM Bersama Kemenkeu Sinergi Membangun Negeri” pada Selasa, 27 Oktober 2020, yang diikuti oleh perwakilan seluruh satker Kemenkeu dan perwakilan pengusaha IKM dan UMKM di Jawa Tengah. Suparno mengatakan bahwa Pemerintah melalui Kemenkeu telah mengeluarkan berbagai insentif fiskal bagi UMKM antara lain berupa pengurangan angsuran PPh 25, pembebasan PPh 22, percepatan restitusi PPN, dan dukungan PPN Final ditanggung pemerintah. Suparno berharap hal tersebut dapat dimanfaatkan UMKM untuk keberlangsungan usahanya.

Hal senada juga disampaikan Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto yang juga menjadi moderator dalam webinar tersebut. Tri Wikanto mengajak para pelaku UMKM ddan IKM untuk memanfaatkan fasilitas pemerintah dalam masa pandemi Covid-19, sekaligus bersinergi membangun negeri, memulihkan perekonomian. Tri menginformasikan bahwa pelaku IKM khususnya juga dapat menggunakan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk IKM (KITE-IKM) yang akan membantu cashflow perusahaan, dimana pada saat importasi bahan bakunya mendapat fasilitas pembebasan BM dan/atau PPN atau PPN dan PPnBM terutang tidak dipungut.

Manfaat dari fasilitas fiskal Pemerintah telah dirasakan para pelaku usaha. Hal ini seperti diungkapkan salah satu praktisi UMKM yang telah sukses dipasar global, yakni Deddy Effendy A, UMKM Palm Craft. UMKM dengan hasil produksi handicraft home décor ini telah mengekspor produknya sejak 2003 dengan pangsa pasar Eropa, Asia, Australia hingga Amerika. Deddy menekankan pentingnya unique selling point yaitu keunikan yang membedakan dengan bisnis lain sebagai poin utama dalam menarik konsumen. Deddy juga menambahkan, dalam menghadapi pandemi ini, seorang pengusaha tidak boleh diam, harus aktif, kreatif dan inovatif. Terlebih dengan banyaknya fasilitas pemerintah yang telah disediakan, tentunya makin memudahkan dalam mengembangkan UMKM. Deddy mengajak para pelaku UMKM/IKM memanfaatkan insentif fiskal dari pemerintah.

Lain lagi kisah sukses pengusaha restoran padang Lamun Ombak, Agus Edy yang merupakan WP yang telah merasakan manfaat insentif pajak dari DJP. Usahanya mengalami penurunan omzet hingga 40% di masa pandemic. Namun sangat terbantu dengan insentif PPH Pasal 25 dari DJP sebesar 30% sehingga usahanya dapat terus berjalan. Adapun Sutrisno Hadi Muljo, Direktur PT Pindi Mulya Abadi, Awwalin Nurrieza, Direktur Indo Tropikal Group, Adi Darma Santoso, Direktur Utama CV Ribka Furniture memberikan testimoninya bahwa fasilitas KITE IKM sangat membantu usahanya sehingga cashflow perusahaan terbantu dan produknya dapat lebih bersaing di pasar global. Hal ini disebabkan antara lain saat importasi bahan baku mendapat pembebasan Bea Masuk dan Pajak tidak dipungut.

Comment here