Fasilitas

Resmi Terima Fasilitas Kawasan Berikat, Pabrik Garment di Batang Siap Beroperasi dan Serap Ribuan Karyawan

Semarang (05/11) – PT Batang Apparel Indonesia (BAI) resmi memperoleh fasilitas fiskal dari Bea Cukai berupa Kawasan Berikat pada Rabu, 4 November 2020. Perizinan ini diberikan secara online oleh Kanwil DJBC Jateng DIY bekerja sama dengan KPPBC Tegal. Tidak hanya itu saja, perijinan juga diberikan secara cepat  tidak sampai 1 jam setelah perusahaan mempresentasikan proses bisnis dan kesiapannya dalam menggunakan fasilitas sesuai ketentuan.

Direktur PT Batang Apparel Indonesia, Jeong Uson memaparkan bahwa perusahaannya bergerak di bidang garment, memproduksi pakaian-pakaian olahraga dengan merk-merk terkenal seperti Nike, H&M, Fanatics dll, yang 100% produknya akan diekspor ke berbagai negara yang meliputi Asia, Eropa dan Amerika. Pihaknya membutuhkan fasilitas Kawasan Berikat untuk meningkatkan daya saing perusahaan.

Dengan modal dasar sebesar USD8 Juta, perusahaan yang berlokasi di Jln. Sendang Tulis, Desa Wiringginting RT01/01, Kec.Tulis, Kab. Batang ini meyakini akan dapat terus berkembang. Fasilitas Kawasan Berikat diyakini mampu membantu cashflow perusahaan karena akan menciptakan efisiensi produksi baik dari sisi biaya dan waktu, sehingga produknya akan lebih bersaing di pasar global.

Sebagaimana diketahui di beberapa lini massa, perusahaan yang direncanakan mulai beroperasi pada awal 2021 ini sudah mulai merekrut tenaga kerja. “PT Batang Apparel Indonesia hingga akhir 2021 akan menyerap 2000 tenaga kerja. Pada tahun 2021 perusahaannya berencana menambah modal investasi sebesar Rp25 Milyar dan menargetkan kapasitas produksi mencapai 3,6 Juta pcs / bln”, ungkap Jeong Uson.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, amin Tri Sobri menyatakan bahwa fasilitas Kawasan Berikat yang diberikan kepada perusahaan akan sangat membantu. Khususnya dalam importasi bahan baku akan mendapatkan penangguhan pembayaran Bea Masuk dan tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI).

“Perusahaan tidak perlu membayar Bea Masuk dan PDRI jika 100% produknya diekspor. Hal ini diyakini dapat menciptakan efisiensi sehingga cashflow perusahaan terbantu, produknya dapat lebih bersaing, perusahaan berkembang, order dan produksi meningkat yang akan disertai kenaikan penyerapan tenaga kerja yang pada akhirnya dapat ikut menggerakkan perekonomian”, jelas Amin.

Comment here