Penerimaan

Dukung Kinerja DBHCHT, Pemprov Jateng dan Bea Cukai Gelar Rakor dan Rekonsiliasi DBHCHT

Semarang (6/11) – Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Padmoyo Tri Wikanto memaparkan kinerja DBHCHT dalam acara Rakor Rekonsiliasi Data Penerimaan Cukai Tembakau dan Sosialisasi di Bidang Cukai yang diselenggarakan oleh Sekretariat DBHCHT Provinsi Jawa Tengah. Acara diselenggarakan secara langsung di Laras Asri resort, Salatiga dan terhubung secara daring di beberapa lokasi pada Selasa, 3 November 2020.

Dalam Sambutannya, Tri mengungkapkan bahwa kegiatan rekonsiliasi ini merupakan salah satu kegiatan yang strategis guna menengok sejauh mana capaian kinerja pemanfaatan anggaran DBHCHT dan kontribusi daerah dalam penerimaan cukai. Tri juga mengungkapkan bahwa penerimaan cukai dan DBHCHT adalah sebuah siklus yang tidak terputus. Dalam siklus tersebut terdapat aspek peningkatan kualitas bahan baku, peningkatan kinerja industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi rokok illegal dan pemberantasan barang kena cukai illegal.

“Dimensi dari siklus ini sangat luas, di bidang peningkatan bahan baku, walaupun bea cukai tidak secara langsung terlibat, tapi kami selalu menerima masukan dan melakukan kajian. Contoh konkretnya pada saat kenaikan tarif cukai hasil tembakau, apa dampaknya dan bagaimana respon petani dan lain sebagainya. Kemudian dari segi kualitas bahan bakunya, bagaimana peran DBHCHT dapat meningkatkan kualitas bibit dan bahan baku dan begitu juga dengan aspek yang lain,” ujar Tri.

Tri juga menyoroti berdirinya Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Kudus, Jawa Tengah yang baru diresmikan. Dalam KIHT dapat dilakukan berbagai kegiatan mulai dari pembinaan terhadap kualitas produk hasil tembakau, kualitas TAR, hingga upaya pendaftaran merek dagang yang berkaitan dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). “Bea Cukai membuka kesempatan seluas-luasnya bagi daerah yang memiliki rencana untuk melakukan pengembangan kawasan menjadi KIHT untuk dapat berkonsolidasi dengan bea cukai setempat untuk diupayakan Bersama”, tutup Tri. Acara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi di bidang cukai dan rekonsiliasi data Penerimaan Cukai Hasil Tembakau antara Bea Cukai dengan masing-masing pemerintah kabupaten / kota dan ditutup dengan penandatanganan berita acara rekonsiliasi.

Comment here