PenerimaanUncategorized

Sudah Kumpulkan 33,22 Triliun, Bea Cukai Jateng DIY Optimis Amankan Target 2020

Semarang (12/11) – Hingga 31 Oktober 2020, Bea Cukai Jateng DIY sudah mengumpulkan penerimaan negara sebesar Rp33,22 Triliun. Jumlah ini meski baru sebesar 77,06% dari target sebesar Rp43,11 Triliun, namun secara proporsional (target s.d. Oktober) telah mencapai 100,47%. Capaian ini menjadi yang tertinggi dalam 4 tahun terakhir dalam periode yang sama (yoy). Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto pada Dialog Kinerja Organisasi pada Selasa, 10 November 2020 di Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, menyatakan optimismenya dapat mencapai target hingga akhir 2020. Tri berharap capaian Jateng DIY dapat berkontribusi lebih bagi penerimaan secara nasional.

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Nur Rusyidi, mengatakan bahwa capaian tersebut tumbuh sebesar 15,69% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penerimaan sektor cukai yaitu Cukai Hasil Tembakau yang tumbuh sebesar Rp4,98 Triliun atau 19,31% (yoy).

Nur Rusyidi menjelaskan bahwa penerimaan Bea Masuk s.d. Oktober 2020 mencapai Rp1,18 Triliun lebih, atau mencapai  81,07% dari target sebesar Rp1,47 Triliun. Penerimaan hingga Oktober 2020 merupakan yang terendah dibanding periode yang sama dalam 4 tahun terakhir karena lesunya perekonomian global sebagai akibat adanya pandemi covid19.

Sedangkan realisasi penerimaan disektor Bea Keluar s.d. Oktober telah mencapai Rp55,46 Milyar, atau  132,91% dari target sebesar Rp41,72 Milyar. Penerimaan pada Oktober meningkat 16% dari bulan sebelumnya yang disebabkan dibukanya kembali ekspor veneer ke India dan naiknya ekspor komoditi pasir besi.

Adapun realisasi penerimaan Cukai s.d. Oktober telah mencapai Rp32,98 Triliun atau 76,86% dari target sebesar Rp41,6 Triliun. Namun demikian secara proporsional telah mencapai 103,65% dari target s.d. Oktober sebesar Rp31,82 Triliun. Dari total penerimaan Rp32,98 Triliun tersebut, hampir 94% nya dikontribusi oleh penerimaan Cukai Hasil Tembakau (CHT). Jika dibandingkan tahun 2019, penerimaan CHT s.d 31 Oktober 2020 naik sebesar Rp4,98 Triliun, atau naik 19,31% (yoy). Kenaikan ini antara lain disebabkan naiknya produksi rokok golongan II dan III. Adapun golongan I mengalami penurunan.

Comment here