Pengawasan

Lagi, Bea Cukai Jateng DIY Kembali Amankan 304.000 Batang Rokok Ilegal

Semarang (16/11) – Upaya menekan peredaran rokok ilegal terus dilakukan. Setelah berhasil melakukan penindakan terhadap 675.400 batang rokok illegal pada Sabtu pagi 14 November 2020, Bea Cukai Jateng DIY kembali berhasil mengamankan rokok illegal pada malam harinya bersama dengan Bea Cukai Semarang dan Kudus. Kali ini sebanyak 304.000 batang rokok illegal berhasil diamankan dalam sebuah truk di Jalan Tol Semarang-Batang KM. 412, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang.

Menurut Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Jateng DIY, Moch. Arif Setijo Nugroho, penindakan ini dilakukan setelah tim mendapat informasi intelijen bahwa terdapat pengiriman rokok diduga illegal dari Jepara dengan Truk bernopol Jakarta.  Tim Bea Cukai Kanwil, Semarang dan Kudus kemudian melakukan patroli bersama dan akhirnya berhasil melakukan penindakan di Jalan Tol Semarang-Batang KM. 412, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Truk tersebut mengangkut rokok dengan merk “86 BOLD” dan “Super Promossie Executive”, yang dilekati pita cukai diduga palsu. Total rokok yang diamankan sebanyak 304.000 batang dengan perkiraan nilai sebesar Rp310.080.000,- dan potensi kerugian negara sebesar Rp180.369.280

Selanjutnya, kendaraan dan barang bukti dibawa menuju kantor Bea Cukai Jateng DIY, dengan membawa sekaligus Sopir dengan inisial (H) dan Kernet (DA) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Apabila terbukti, maka pelaku peredaran rokok illegal dapat dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, dimana setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Comment here