Fasilitas

Bea Cukai Jateng DIY Sosialisasikan Tusi dan Dukungan Nyata terhadap Program PEN

Semarang (23/11) – Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto menjadi narasumber dalam seminar nasional  “Edukasi  Stimulus  Fiskal  Atasi  Dampak Pandemi   COVID-19”  yang diselenggarakan Universitas 17 Agustus ’45 Semarang secara daring pada 20 November 2020. Selain Tri Wikanto, juga hadir narasumber dari unit Eselon II Kemenkeu lainnya di Jawa Tengah.

Rektor UNTAG, Prof. Dr. Suparno, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang besar. Menurutnya, APBN RI yang tersusun oleh 70% Pajak merupakan bentuk gotong-royong masyarakat Indonesia dalam membangun negeri. Lalu dengan adanya wabah COVID19 ini, Indonesia sedang berfokus pada Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sehingga kita memerlukan segala informasi terkait hal itu. Maka pada Webinar kali ini, Universitas UNTAG mendukung penuh pemaparan oleh Kemenkeu.

Tri Wikanto di hadapan para alumni UNTAG dan stakeholders menyampaikan bahwa Bea Cukai selalu siap dan terus mendukung program PEN. Tri menjelaskan 4 fungsi utama yang dimiliki Bea Cukai, yakni Revenue Collector, Community Protector, Trade Fasilitator dan Industrial Assistance. Tusi Revenue Collector sudah semestinya menjadi yang utama. Di tahun 2020 ini, Bea Cukai Jateng DIY ditargetkan penerimaan negara sebesar Rp43 Triliun dengan Rp36 Triliun berasal dari Cukai. Tusi Community Protector, Bea Cukai bertugas menjaga masyarakat Indonesia dari masuknya barang-barang yang berbahaya, seperti Narkotika, Psikotropika dan barang-barang Ilegal seperti rokok ilegal, barang-barang black market dsb.

Adapun di sisi Trade Fasilitator, Bea Cukai memiliki tugas memberikan fasilitasi bagi lancar dan mudahnya arus impor ekspor. Hal ini seperti  otomasi layanan, pengenaan BM Anti Dumping, penanganan dwelling time, National Logistic Ecosystem dll. Peran Bea Cukai di tengah pandemi COVID19 ini antara lain meliputi fasilitasi dan pemberian pembebasan BM atas impor barang untuk penanganan Covid-19, pemberian pembebasan Cukai Etil Alkohol dalam produksi APD sebanyak 19 Juta Liter atau sebesar Rp 379 Milyar, pembuatan masker sebanyak 80 Juta piece senilai Rp 16,7 Milyar dan pengadaan APD sebanyak 12 Juta Sets sebesar Rp 72 Milyar. Fungsi terakhir yaitu sebagai Industrial Assistance yakni memberikan asistensi, fasilitasi dan dukungan kepada industri khususnya yang berorientasi ekspor. Pemberian fasilitas seperti Kawasan Berikat dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor yang terus diberikan merupakan wujud nyata dalam mendukung program PEN. Tumbuhnya industry, penyerapan tenaga kerja dan dampak ekonomi positif yang dihasilkan, berdampak secara langsung bagi pertumbuhan ekonomi. Dukungan kepada Industri dalam negeri juga termasuk di dalamnya aseperti pengadaan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT), Kawasan Ekonomi Khusus dsb.

Comment here