Lain-lain

Wajib Tahu, Cartridge Rokok Elektrik Kini Kena Cukai

Semarang (26/11) – Tahukah kamu? Rokok elektrik berupa cairan dan alat pemanas dalam satu kesatuan atau yang disebut cartridge dikenakan cukai atau sama seperti dengan cukai pada likuid vape. Pengenaan cukai terhadap cartridge ini ditegaskan dalam Peraturan Menteri Keuangan No.176/PMK.04/2020 tentang Perdagangan BKC (barang kena cukai) yang Pelunasan Cukainya Dengan Cara Pelekatan Pita Cukai atau Pembubuhan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. PMK ini merupakan perubahan dari peraturan sebelumnya yaitu PMK Nomor 67/PMK.04/2018.

Cartridge ini masuk dalam kategori ekstrak atau esens tembakau dan merupakan jenis Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) baru, sehingga ditetapkan sebagai Barang Kena Cukai (BKC). Dalam PMK terbaru dijelaskan bahwa HPTL adalah hasil tembakau yang dibuat dari daun tembakau selain sigaret, cerutu, rokok daun, dan tembakau iris, yang dibuat mengikuti perkembangan teknologi dan selera konsumen, meliputi ekstrak dan esens tembakau, tembakau hirup (snuff tabacco), atau tembakau kunyah (chewing tobacco). Penetapan cartridge sebagai HPTL baru mengharuskan pemerintah melalui Kemenkeu untuk menambahkan beberapa poin dalam PMK tersebut, dimana definisi kemasan ditambahkan menjadi kemasan yang bersentuhan langsung dengan BKC dan hanya dapat dibuka pada satu sisi.

Ekstrak dan esens tembakau disediakan untuk konsumen dalam bentuk kemasan penjualan eceran, yang dikonsumsi dengan cara dipanaskan menggunakan alat pemanas elektrik kemudian dihisap, antara lain cairan yang menjadi bahan pengisi vape, produk tembakau yang dipanaskan secara elektrik (electrically heated tobacco product), kapsul tembakau (tobacco capsule), atau cairan dan pemanas dalam satu kesatuan (cartridge). Tarif yang dikenakan terhadap cartridge ini sama dengan HPTL pada umumnya yaitu 57% dari Harga Jual Eceran (HJE).

Comment here