Lain-lain

Upayakan Lingkungan Inklusif dan Ramah Difabel, Bea Cukai Gelar Webinar Bahasa Isyarat

Semarang (01/12/2020) – Dalam rangka mengenalkan bahasa isyarat dan menumbuh kembangkan kepedulian terhadap penyandang kebutuhan khusus, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyelenggarakan seminar secara daring mengenai bahasa isyarat dengan mengusung tema “Pentingnya Mengenal Bahasa Isyarat dalam Kehidupan Bermasyarakat” pada Selasa, 1 Desember 2020. Webinar ini disiarkan secara daring melalui zoom dan telah ditonton oleh lebih dari 2500 peserta pada live streaming youtube.

Dalam sambutannya Direktur KIAL, Syarif Hidayat mengungkapkan bahwa webinar ini adalah salah satu upaya DJBC untuk memberikan pemahaman kepada pegawai akan pentingya bahasa isyarat. “Melalui kegiatan ini para peserta dapat memiki gambaran mengenai  bahasa isyarat dan dapat belajar untuk berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat, karena di sekitar kita banyak orang orang yang hanya dapat berkomunikasi melalui cara ini,” ujar Syarif.

Dua narasumber hebat dan inspiratif dihadirkan pada webinar ini, yaitu Surya Sahetapy dan Canna Suprianova. Surya adalah seorang penyandang difabel tuli dan aktifis yang menggelorakan perjuangan teman tuli melalui Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN). Surya menceritakan pengalaman yang dialaminya hingga berada di titik ini. Ia kemudian secara spesifik menjelaskan mengenai perbedaan tuli dan tuna rungu. “Selama ini kita lebih sering menggunakan kata “tunarungu” sebagai sebutan bagi orang yang mengalami gangguan pendengaran. Saya pernah mengobrol besama komunitas tuli dan mendapatkan advokasi mengenai apa itu tuli dan tunarungu. Tunarungu adalah kondisi medis berupa gangguan atau kerusakan pada indera pendengaran. Sementara Tuli adalah perspektif sosial budaya, orang yang tidak bisa dengar dan berkomunikasi dengan cara yang berbeda yaitu bahasa isyarat, dan memiliki kebudayaan Tuli,” kata Surya.

Adapun Canna Suprianova, merupakan salah satu pegawai Bea Cukai penyandang difabel yang saat ini menjadi analis pada Balai Laboratorium Bea Cukai Jakarta. Melengkapi informasi yang disampaikan Surya, Canna menjelaskan tentang penggunaan bahasa syarat dalam percakapan sehari-hari. Canna memiliki harapan besar bahwa nantinya akan terwujud suatu lingkungan yang ramah difabel khususnya di Bea Cukai dan lebih luas lagi di Indonesia.

Comment here